HEAVENOUS

DOA

Posted on: June 16, 2016

Matius 6:6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Tidak ada satupun kegerakan tanpa diawali dengan doa. Ibadah-ibadah kita tidak akan berkuasa jika tidak ada pasukan-pasukan yang mau berkorban “membayar dengan doa”. Persiapan doa itu bukan saja saat PIR tetapi dari sejak waktu-waktu pribadi kita di tempat tersembunyi bersama Tuhan (ketika orang lain tidak ada yang melihat, tidak ada yang tahu). Upah yang spesial akan Tuhan beri ketika kita mengorbankan waktu untuk berdoa khusus dan menjadikannya sebagai gaya hidup yang konsisten dan disiplin. Kerinduan setiap kita untuk menjadi pendoa syafaat dan dibarengi dengan kedisiplinan pasti mendatangkan perkenanan Tuhan. Percuma banyak pendoa syafaat tetapi tak memiliki hati untuk berkorban dalam doa.

Matius 21:12-17  (Perikop: Yesus Menyucikan Bait Allah) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?” Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

Kita memiliki visi sebagai prajurit Tuhan yang tidak memusingkan persoalan hidupnya. Jika kita masih memusingkan persoalan-persoalan kehidupan, kita tidak akan mengalami kelimpahan. Tuhan sangat mengetahui kebutuhan kita, karenanya tak perlu kuatir akan itu. Tetapi ambilah yang terpenting, yaitu sebagai rumah doa. Ketika kita memilih untuk bersyafaat dibandingkan memusingkan persoalan pribadi, ada kuasa Allah yang dahsyat bekerja di dalam kita dan yang terpenting adalah ketika orang lain mengakui ada Allah dalam diri kita karena kehidupan kita yang memuliakan Allah.

Tuhan Yesus memberi teladan terbaik bagi kita, yaitu selalu berdoa siang dan malam, bahkan sebelum kematian-Nya pun Ia berdoa. Kitapun harus disiplin menambahkan jam-jam doa kita dan selalu mencari Tuhan sebelum memulai apapun juga setiap harinya. Perjalanan hidup Yesus sebagai pendoa syafaat adalah perjalanan penuh kemenangan, Ia tidak pernah dikalahkan oleh apapun juga, termasuk persoalan hidup-Nya. Urapan doa kita terima bukan dari pemimpin rohani tetapi impartasi langsung dari Tuhan.

Tags:

Category

%d bloggers like this: