HEAVENOUS

Pelayan Tersembunyi

Posted on: May 28, 2016

Kita perlu hidup seimbang agar kondisi tubuh, jiwa dan roh kita pun tetap prima. Ingat yg Ps. Jacob Curien sampaikan saat Diklat Upgrading yang lalu? Tuhan menghendaki kita tetap sehat, karena jika tubuh kita letih dan sakit, pasti jiwa kita terpengaruh sakit dan roh pun menjadi lemah. Kita harus terus memiliki ‘spiritual refreshing’ agar terus kuat, karena tak ada sumber kekuatan lain selain di waktu-waktu bersama Tuhan..

Tuhan ingatkan saya dengan satu kata “kecil” di hadapan Tuhan. Kita harus perhatikan hal-hal yang kecil. Sebuah batu kecil di tangan Daud dapat mengalahkan Goliat yang besar, sebuah tongkat kecil di tangan Musa dapat membelah lautan luas. Ingat, hal-hal kecil di tangan kita yang kita serahkan kepada Tuhan pasti dapat menjadi dahsyat bagi kemuliaan Tuhan. Begitu juga mengapa kita sebagai pendoa syafaat tampak “kecil”, sangat “tersembunyi” dari orang lain. Karena waktu kita ‘tak terlihat’, manusia dan iblis pun tak memperhatikan doa-doa kita, kita hanya menyerahkan doa-doa tersebut kepada Tuhan dan Tuhan mendengar doa-doa tersebut meskipun menurut kita hal tersebut hanyalah sebuah kata-kata biasa. Namun Tuhan sanggup mengubahkan “doa-doa biasa” itu menjadi hal yang besar, berdampak besar bagi orang-orang yang kita topang. Kita diibaratkan pondasi sebuah gedung, yang mana makin tinggi gedungnya makin dalam pondasinya dan tidak terlihat karena dibangun ke bawah. Iblis selalu berusaha menjatuhkan hamba-hamba Tuhan “yang terlihat di hadapan manusia”, karena hamba-hamba Tuhan tersebut “dianggap besar” sehingga jika mereka jatuh, berdampak pada kehidupan banyak orang-orang yang melihat mereka. Karenanya hati-hatilah jika kita sudah berkeinginan “tampil depan umum”, hati-hati ketika kita “diangkat”. Daud sanggup mengalahkan Goliat dengan batu kecil, ketika ia sederhana. Musa yang tdk petah lidah pun menggunakan tongkatnya untuk membelah lautan. Tetapi apa yg Daud lakukan ketika ia diangkat Tuhan menjadi raja? Daud jatuh dalam dosa bersama Batsyeba. Musa pun tidak diperkenankan Tuhan masuk tanah perjanjian karena berdosa dengan memukulkan tongkatnya ke batu.

Jujur, saya semakin tahun semakin memohon di hadapan Tuhan: “Tuhan tolong terus sembunyikan saya”.  Semakin Tuhan angkat jabatan saya, semakin saya harus banyak tampil di muka umum, sejujurnya itu sangat menjadi beban bagi saya. Saya rindu agar kita sebagai pendoa syafaat tidak perlu dimunculkan di depan umum.

Category

%d bloggers like this: