HEAVENOUS

Bangkit Kembali

Posted on: May 15, 2016

Kejadian 45:25-28  Demikianlah mereka pergi dari tanah Mesir dan sampai di tanah Kanaan, kepada Yakub, ayah mereka. Mereka menceritakan kepadanya: “Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka. Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka BANGKITLAH KEMBALI semangat Yakub, ayah mereka itu. Kata Yakub: “Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati.”

Yohanes 3:3, 5  Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Jika kita mau masuk dan melihat Kerajaan Allah, berarti kita harus lahir baru. Banyak hal dalam diri kita harus mengalami kelahiran baru, termasuk cara kita beribadah kepada Tuhan. Hidup kita ikut Tuhan harus selalu baru, selalu disegarkan.

Roma 7:6  Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Jika kita tidak waspada, hidup kita lama-kelamaan bisa jadi hanya sekedar rutinitas kepada Tuhan. 1 Tesalonika 4:17  sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Tuhan ingin kita hidup aktif baik secara jasmani dan rohani. Titus 3:5  pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

2 Timotius 1:6  Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Karunia Allah harus dibangkitkan dalam diri kita, jangan dibiarkan.

Kejadian 32:24-31  Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.” Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.

Yakub adalah orang yang “rela melakukan apapun” demi mengalami Tuhan dalam hidupnya. Yakub “mati roh/semangatnya” ketika tahu bahwa Yusuf meninggal, tetapi ketika ia menyadari bahwa Yusuf masih hidup maka semangat itu pun hidup lagi. Tuhan mencintai orang yang “sangat lapar” akan Dia. Hendaklah kita semakin “on fire” mencari Tuhan, jangan matikan roh kita yang menyala-nyala bagi Tuhan! Kitab Wahyu menuliskan bahwa Tuhan akan memuntahkan orang yang suam-suam, yaitu orang yang sudah merasa “biasa” dengan hadirat Tuhan dan tidak menganggapnya spesial (terlalu nyaman hidupnya, terlalu santai terhadap Tuhan). “Kenyamanan” ini membuat seseorang mati rohnya.

Roma 9:13  seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.” Ada sesuatu dalam diri Yakub yang disukai Tuhan yaitu sangat mencari Tuhan seperti orang kepepet butuh Tuhan. Tuhan suka orang yang agresif, sangat rindu bertemu dengan Tuhan.

Banyak contoh di Alkitab tentang orang-orang yang sangat agresif demi bertemu Tuhan dan akhirnya mengalami mujizat. Salah satunya yaitu: orang-orang yang rela membongkar atap demi mengangkat orang yang sakit hingga di depan Yesus, orang itu pun disembuhkan.

Kita perlu sesuatu yang lebih dari sekedar agama, yaitu hubungan yang intim dengan Tuhan.

Category

%d bloggers like this: