HEAVENOUS

Pertumbuhan Rohani

Posted on: May 1, 2016

Efesus 4:11-15  Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Kita dibebaskan seutuhnya agar kita mengalami pertumbuhan rohani dan serupa dengan Kristus. Kita harus bertumbuh rohani agar tidak mudah disesatkan oleh pengajaran sesat di akhir zaman ini. Pengajaran sesat “sepertinya” mengajarkan kekristenan tetapi tidak mengarah kepada Kristus.

Yohanes 10:10  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Tuhan sudah “investasikan” hidup-Nya di dalam kita, karenanya kita harus bertanggung jawab atas investasi Tuhan tersebut melalui pertumbuhan rohani. Jika kita bertumbuh, tak perlu bergumul soal berkat karena berkat secara otomatis pasti akan mengikuti kita. Jangan buang energi untuk hal-hal yang tidak perlu digumuli, tetapi fokuslah untuk bertumbuh rohani! Matius 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

3 penghalang pertumbuhan rohani, yaitu:
1) Kita tidak menyadari bahwa ada benih Ilahi dalam diri kita. Matius 13:36-38  Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Kita adalah “benih”, kekuatan untuk bertumbuh dan bertahan hidup ada dalam diri kita sendiri karena dalam diri kita ada Firman Tuhan dan Roh Kudus, karenanya jangan mengharapkan kekuatan dari luar selain Tuhan. Kita harus mengalami proses pertumbuhan rohani, tidak bisa secara instan berubah. Roh Tuhan-lah yang menghidupkan kita. Di mana ada kehidupan, di situ ada pertumbuhan. Di mana ada pertumbuhan, pasti ada perubahan ke arah yang lebih baik.
2) Kehilangan atmosfer untuk bertumbuh. Pertumbuhan rohani juga bergantung kepada “atmosfer” kasih. Kasih itu tidak bisa berjalan sendirian, harus bersama-sama, yaitu ada hubungan 2 arah (“saling”). Tujuan pernikahan Kristen adalah agar Kristus nyata dalam pernikahan. Kita diciptakan sebagai makhluk sosial, bukan untuk ego masing-masing. Gereja mula-mula dipenuhi oleh Roh Kudus dan mereka saling memberi, mendoakan, begitu kekeluargaan karenanya Gereja masa kini pun jangan kehilangan atmosfer tersebut.
3) Ibadah untuk mencari pembenaran diri bukan kebenaran Tuhan. Kebenaran Tuhan-lah yang memerdekakan kita, bukan pembenaran diri. Pembenaran diri berawal dari “tidak mau berubah” ketika ditegur oleh Firman Allah. Kebenaran memang berat dilakukan tetapi upahnya besar di surga, sedangkan terus membenarkan diri sendiri hanya menumpulkan hati untuk mendengar suara Tuhan. Kita harus terima kebenaran yang sejati dan tetap lakukan kebenaran untuk terus bertumbuh secara rohani.

Category

%d bloggers like this: