HEAVENOUS

Tanah Yang Subur

Posted on: April 30, 2016

Markus 4:3  “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” Kita harus mendengar, mengerti dan memperluas pemahaman tentang kebenaran. Pertumbuhan rohani tergantung dari reaksi kita menerima benih yang ditabur tersebut. Ketika kita bereaksi yang salah, kita sulit bertumbuh. Percayalah Firman Tuhan selalu benar.

Kondisi tanah adalah simbol tipe-tipe orang yang berbeda dalam bereaksi menerima Firman Tuhan, yaitu:
1) Markus 4:4, 15  Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan “memakannya” [membuang dengan percuma sebab menganggap sia-sia] sampai habis. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan “mengambil” [menyingkirkan kebenaran bahwa Firman Tuhan itu hal yang esensi] firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Allah adalah sama dari dulu sampai sekarang, tetap kuat, hebat, berkuasa dan dapat diandalkan.

2) Markus 4:5-6, 16-17  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Tipe ini adalah orang yang mendengar Firman tetapi miskin pemahaman tentang siapa Allah. Hendaklah kita mengenal Tuhan melalui hubungan pribadi kita dengan-Nya, bukan melalui apa kata orang. Kita semakin mengenal Tuhan melalui proses pemurnian karakter dalam hidup sehari-hari. Kita diuji melalui penindasan (beban, tekanan, masalah, banyak pertanyaan tak terjawab) agar kita menjadi orang yang kaya pemahaman akan Kristus. Kita harus bisa melihat kehebatan Tuhan dalam kelemahan kita. Kita pun diuji melalui penganiayaan, apakah kita masih melakukan kebenaran sekalipun teraniaya? Berbahagialah orang yang dianiaya karena kebenaran karena Kerajaan Allah menjadi milik mereka. Hendaklah kita memiliki pemikiran “Tuhan, apa yang Tuhan kehendaki untuk saya dalam proses (masalah) ini?” Bukan soal kuatnya kita menghadapi masalah tetapi sedalam apa Firman Allah berakar dalam diri kita, itulah yang menguatkan…karena kita tahu siapa Allah yang menyertai kita. Murtad itu berawal dari kebiasaan hidup dalam dosa meski tahu kebenaran (terjebak dalam kesalahan), taat kepada Tuhan tidak dengan konsisten karena tidak benar-benar mengenal-Nya.

3) Matius 13:7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Markus 4:18-19  Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Semak duri maksudnya adalah mendengar Firman tetapi Firman tersebut terhambat pertumbuhannya oleh kekuatiran. Matius 6:30-33  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Kekuatiran menghambat pertumbuhan rohani kita, jika kita tidak berbuah, hanya neraka kekal yang menanti kita setelah ini.

4) Markus 4:20  “Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” Hendaklah kita menjadi pribadi-pribadi yang rela dibentuk Tuhan, mengutamakan Tuhan, bertahan di tengah tekanan, dan tak terpengaruh cemoohan dunia karena kita pengikut Kristus. Kita harus mengenal dengan benar siapa Tuhan kita sehinggal kita kuat menghadapi hidup, berbuah dan memuliakan Tuhan, surga kekal pun menanti kita.

Category

%d bloggers like this: