HEAVENOUS

Black Spot (Noda Hitam)

Posted on: April 25, 2016

1 Samuel 10:1, 6-7  Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau. >> Saul menjadi raja atas “pilihan Tuhan” bukan “undian”. Hendaklah kita menjadi “manusia baru” setelah diurapi Tuhan. Jangan meremehkan moment-moment bersama Tuhan.

1 Samuel 10:21-23  Sesudah itu disuruhnyalah suku Benyamin tampil ke muka menurut kaum keluarganya, maka didapati kaum keluarga Matri. Akhirnya disuruhnyalah kaum keluarga Matri tampil ke muka seorang demi seorang, maka didapati Saul bin Kish. Tetapi ketika ia dicari, ia tidak diketemukan. Sebab itu ditanyakan pulalah kepada TUHAN: “Apa orang itu juga datang ke mari?” TUHAN menjawab: “Sesungguhnya ia bersembunyi di antara barang-barang.” Berlarilah orang ke sana dan mengambilnya dari sana, dan ketika ia berdiri di tengah-tengah orang-orang sebangsanya, ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. >> Saul memiliki “black spot”, yaitu bahunya lebih tinggi dari orang sebangsanya sehingga ia merasa rendah diri di hadapan orang banyak. Setiap black spot yang tidak diserahkan kepada Tuhan akan menghambat kehidupan kita sehingga tidak maksimal, padahal Tuhan menghendaki kita mengalami kemaksimalan hidup. Jika kita mau membereskan black spot tersebut dengan Tuhan, Ia sanggup mengubahkan kita menjadi manusia baru.

1 Samuel 10:24, 26-27  Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: “Kamu lihatkah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorang pun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.” Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: “Hidup raja!” Saul pun pulang ke rumahnya, ke Gibea, dan bersama-sama dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah digerakkan Allah. Tetapi orang-orang dursila berkata: “Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!” Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.

Setiap orang memiliki “black spot”-nya masing-masing yang tidak ingin disinggung oleh orang lain sehingga ia menjadi rendah diri, cenderung minder dan memilih untuk menghidar dari banyak orang sebagai zona nyamannya. Jika black spot itu dibereskan dengan Tuhan, hidup kita pasti diubahkan dan apapun yang kita perbuat pasti berhasil.

Category

%d bloggers like this: