HEAVENOUS

Mengalami Pembebasan Seutuhnya

Posted on: January 23, 2016

Mari kita mengambil hikmah dari kisah orang-orang yang “terikat” hingga mereka mengalami “pembebasan”, yaitu:
1) Mengutamakan Tuhan seperti janda Sarfat (1 Raja 17:12-16). Dengan segala keterbatasan hidupnya (terikat kemiskinan), janda Sarfat tersebut tetap memilih untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan melalui nabi Elia (padahal ia sendiri pun membutuhkan). Akhirnya, ia mengalami kelimpahan setelah memberikan satu-satunya hal yang ia miliki.
2) Taat meski tak mengerti seperti Naaman (2 Raja 5:10-14). Secara logika, banyak sungai lain yang lebih baik untuk Naaman mentahirkan diri (dari keterikatan sakit-penyakit) tetapi tuntunan yang ia dapat adalah ke sungai Yordan, dan ia taat. Akhirnya, ia disembuhkan.
3) Tidak membatasi/meragukan kuasa Tuhan. Matius 13:55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? | Orang-orang yang mengenal Yesus meremehkan kemampuan Yesus, sehingga tak banyak mujizat yang Yesus lakukan di tempat asalnya. Seringkali kita meremehkan orang-orang yang latar belakang kehidupannya kita anggap tidak lebih baik dari kita, namun tak ada alasan bagi kita untuk meremehkan Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi. Secara sosial, Yesus terikat dengan gambar diri yang rendah di mata orang-orang sekitarnya, tetapi Ia memilih untuk yakin akan siapa Ia di hadapan Allah, sehingga kuasa Allah pun nyata atas diri-Nya untuk melakukan mujizat. Bersama Allah, kita pun tak terbatas melakukan apa yang mustahil menurut pandangan manusia.

Category

%d bloggers like this: