HEAVENOUS

Peringatan Terakhir

Posted on: September 29, 2015

Shalom! Mazmur 25:10 berkata “Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.” Jalan Tuhan adalah penentu arah bagi kehidupan kita, jika kita tidak mentaatinya tentulah kehidupan kita sedang dalam “bahaya”. Markus 10:32-34 berkata “Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, kata-Nya: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.”” Seringkali dalam kehidupan kita, kita pun gentar menghadapi kehidupan ini meskipun menyadari bahwa Tuhan beserta kita. Markus 8:31-33 berkata “Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”” Jika kita sering menarik rencana Tuhan dengan pikiran kita yang terbatas maka sebenarnya kita mendapatkan ‘surat peringatan pertama’. Markus 9:30 berkata “Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.” Jika komunikasi kita tidak bagus dengan Tuhan karena kita tidak mau bertanya dengan jelas kepada-Nya, kita pasti menyalahartikan maksud Tuhan bagi hidup kita. Jika Tuhan sudah berkehendak, maka hal tersebut pasti terjadi. Peringatan-peringatan selalu Tuhan berikan jika kita menyimpang dari kehendak-Nya. Bersyukurlah sebab Tuhan masih mengasihi kita sehingga kita diperkenan untuk menempuh hidup di jalan-jalan terbaik-Nya. Jika kita berjalan bersama Tuhan, kita tak perlu kuatir akan apapun juga. Iman adalah anugerah Tuhan, tetapi kita harus selalu memeliharanya agar kita berani melangkah dan melihat mujizat Tuhan di tengah goncangan. Lari dari goncangan bukanlah jalan keluar, melainkan melangkah dengan iman bersama Tuhan merupakan jalan yang terbaik bagi kita.

Category

%d bloggers like this: