HEAVENOUS

Proses Dalam Kehidupan

Posted on: September 27, 2015

Shalom!  Penyembahan kepada Tuhan adalah suatu pengagungan kepada Tuhan karena Tuhan layak disembah meskipun keadaan kita tidak baik, bukan karena kita menginginkan sesuatu dari Tuhan. Tuhan tidak perlu segala talenta ataupun kekayaan kita, tetapi sebuah penyembahan dari kita sangatlah menyukakan hati Tuhan karena kerinduan Tuhan adalah dekat dengan kita. Proses adalah suatu keadaan yang harus dilalui untuk sebuah keadaan yang lebih baik lagi, namun sayangnya banyak orang tidak menghendakinya karena memiliki paradigma yang salah tentang proses, yaitu sebagai sebuah kesukaran. Sebagai orang yang telah lahir baru di dalam Kristus seharusnya kita memiliki paradigma yang baru, yaitu tidak ada kemuliaan tanpa pengorbanan (proses). Proses membawa kita naik ke level kehidupan yang selanjutnya (lebih baik), karenanya marilah kita belajar untuk mencintai sebuah proses kehidupan. 2 Korintus 1:8-9 berkata “Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” Tidak ada manusia super di dunia ini, semua orang pasti pernah mengalami proses yang menyakitkan, tetapi yang harus kita pahami adalah bahwa proses tersebut berujung kebaikan bagi diri kita masing-masing dan kita tak pernah dapat menyelami pikiran-pikiran Tuhan namun satu hal yang pasti adalah penyertaan-Nya sempurna dan rancangan-Nya penuh damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Mazmur 73:3-12 berkata “Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain. Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan. Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan. Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati. Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi. Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah. Dan mereka berkata: “Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?” Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!” Begitulah pemazmur meratap tentang ‘ketidakadilan hidup’ yang ia alami, namun setelah ia mengalami pembaharuan pikiran dari Tuhan maka mazmurnya pun berubah seturut pikiran Kristus yang ditaruhkan padanya, sebagai berikut: “sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.” (Mazmur 73:17-20) Masa lalu kita memang selalu menjadi sejarah kehidupan kita tetapi hal tersebut tidak selalu harus membuat masa depan kita menjadi sama seperti masa lalu kita ketika kita memutuskan untuk hidup lebih baik seperti kehendak Tuhan. Tuhan menggunakan ketidaksempurnaan kita untuk menolong banyak orang percaya kepada Tuhan Yang Sempurna. Tujuan Tuhan dalam setiap proses yang menyakitkan itu adalah agar kita semakin rendah hati dan dapat dijadikan bejana-Nya, poin penting dalam menghadapi setiap proses kehidupan ini adalah menyelaraskan cara pandang kita terhadap proses tersebut sesuai dengan cara pandang Tuhan, karena jika kita tidak memiliki cara pandang yang sama dengan Tuhan pastilah yang kita lakukan hanyalah sebuah tindakan keputusasaan. Marilah kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dalam setiap proses kehidupan ini, semua adalah rencana Tuhan yang indah bagi kita.

Category

%d bloggers like this: