HEAVENOUS

Penyakit Soal Keuangan

Posted on: September 27, 2015

Shalom!
Tahun Sabbath berarti merdeka, yaitu dilepaskan dari setiap belenggu-belenggu yang mengikat; itulah pelipatgandaan mujizat. Daud mengerti bahwa Tuhan yang membantunya menghadapi singa yang mencengkram domba-dombanya adalah Tuhan yang sama yang akan memberikannya kemenangan dalam menghadapi Goliat, inilah kunci kemenangan Daud. Pelipatgandaan mujizat disertai pelipatgandaan goncangan. Bisnis memang penuh dengan ketidakpastian, tetapi satu-satunya hal yang pasti adalah Tuhan Yesus. Berikut adalah penyakit-penyakit soal keuangan yang bisa ‘menular’, yaitu:

Selalu hidup ingin instan dan tidak mau bayar harga.
Pemalas. “Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.” (Amsal 6:9-11)
Tidak memiliki hikmat. “Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.” (Amsal 8:18-19) “Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.” (Amsal 13:18)
Lamban. “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” (Amsal 10:4) Kita harus berwaspada, karena iblis bisa menjebak kita dengan menjadi orang yang tergesa-gesa atau pun orang yang berlambat-lambat, kedua-duanya merupakan hal yang tidak baik.
Menjadi penanggung hutang orang lain (hal ini berbeda dengan menjadi penolong sesama). “Sangat malanglah orang yang menanggung orang lain, tetapi siapa membenci pertanggungan, amanlah ia.” (Amsal 11:15)
Ingin cepat kaya sehingga menerima suap. “Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.” (Amsal 23:5) “Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.” (Amsal 15:27)

Dosa.
Zinah. “supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal” (Amsal 5:10)
Jahat, korupsi, fasik. “Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut. TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.” (Amsal 10:2-3)
Melakukan riba (meminjamkan uang dengan bunga sangat tinggi kepada orang lemah, tidak memiliki belas kasihan). “Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah.” (Amsal 28:8)
Kikir/pelit. “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” (Amsal 11:24) Orang yang memberi adalah pertanda orang yang diberkati.
Mengandalkan kekayaan, harta dan manusia. “Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.” (Amsal 11:28)
Menjadi  pemabuk, peminum dan pelahap. “Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging. Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping.” (Amsal 23:20)
Berfoya-foya. ” Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.”  (Amsal 21:17)

Ingin dihormati manusia.
Banyak berbicara/cakap. “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.” (Amsal 14:23)
Suka pamer. “Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran, siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran.” (Amsal 17:19b)
Suka cari perhatian. “Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.” (Amsal 22:16)
Boros, cirinya yaitu membeli barang-barang yang tidak pernah dipakai. “Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.” (Amsal 21:20)
Suka mengabaikan orang yang lemah. “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.” (Amsal 21:13)

Category

%d bloggers like this: