HEAVENOUS

Panggilan Tuhan

Posted on: September 27, 2015

Shalom! Efesus 4:11-12 berkata “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,” Panggilan Tuhan atas kita merupakan ‘materai Tuhan’, kita tidak bisa berjalan dalam panggilan orang lain yang bukan merupakan panggilan Tuhan atas kita. Setiap nubuatan harus diuji kembali, jangan langsung dipercaya tanpa menyaringnya terlebih dahulu apakah sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak. Nubuatan harus berasal dari Roh Kudus, tidak boleh ditambahkan oleh perkataan kita sendiri. Nubuatan yang berasal dari Tuhan pasti akan membangun kita (bukan melemahkan), sedangkan perkataan seorang yang diurapi Tuhan sebagai nabi akan menegur kita (menyatakan kesalahan-kesalahan kita). Jika kita tidak mengerti nubuatan atau pesan yang Tuhan sampaikan, simpanlah hal itu dan berdoalah agar Tuhan menyingkapkannya pada waktunya. Kita tidak boleh meremehkan perkataan Tuhan karena akan berakibat buruk bagi masa depan kita, kita tidak boleh menerima perkataan Tuhan hanya yang baiknya saja tanpa mempedulikan pesan Tuhan yang menegur/kurang mengenakan bagi kita. Kita harus menerima maupun menyampaikan nubuatan Tuhan dengan iman (bukan hanya sekedar perasaan belaka), Tuhan ingin membawa kita masuk dalam dimensi profetik. Panggilan kenabian berawal dari karunia bernubuat, karunia bernubuat berawal dari karunia Bahasa Roh, hal tersebut tentunya dimulai dengan baptisan Roh Kudus terlebih dahulu. Gereja yang tidak mengandalkan Roh Kudus tidak akan berfungsi dalam karunia nubuatan ini. Kita tidak bisa tiba-tiba mendatangi seseorang dan bernubuat baginya, kita harus terlebih dahulu mengujinya. Jawatan sebagai nabi bukanlah panggilan biasa karena kemungkinan besar orang yang menerima panggilan tersebut tidak disukai banyak orang karena tidak banyak orang mengerti dunia profetik, jadi jika kita dipanggil dalam jawatan ini kita harus berani berkomitmen untuk berdiri bagi Tuhan dan menyatakan apa yang Tuhan kehendaki meskipun manusia membencinya. Kita harus berani membayar harga untuk menggenapi panggilan Tuhan dalam jawatan kenabian, kita harus rela memiliki ‘kepolosan’ seperti anak kecil karena anak kecil hanya mementingkan nama besar Tuhan bukan reputasi diri sendiri. Jangan sampai ego kita terselip dalam setiap nubuatan yang Tuhan kehendaki untuk kita katakan. Kita harus dengan rendah hati mengakui kesalahan yang Tuhan nyatakan bagi kita dan bersabar menanti waktu nubuatan Tuhan digenapi dalam hidup kita. Apa yang kita mulai dalam Roh harus diakhiri dalam Roh juga.

Category

%d bloggers like this: