HEAVENOUS

Iman

Posted on: September 27, 2015

Shalom! Setiap orang yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan pasti mengalami perubahan menjadi lebih baik. Yang akan dipertanyakan oleh Tuhan ketika kedatangan-Nya yang kedua kelak adalah iman dan buah dari talenta kita. Lukas 18:8 berkata “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”” [Tetapi apabila Anak Manusia datang, apakah masih ditemukan orang-orang yang percaya kepada-Nya di bumi ini? – BIS] Di akhir zaman, iman merupakan suatu hal yang langka untuk ditemukan karena kejahatan akan semakin berkuasa di bumi ini sehingga banyak orang percaya akan meninggalkan imannya kepada Yesus. Kita harus tetap mempertahankan iman dan menanti-nantikan kedatangan Tuhan dengan iman yang teguh. Kita harus tetap melekat kepada Tuhan agar peka mendengar suara-Nya, karena akhir-akhir ini banyak terjadi penyesatan tentang Firman Tuhan yang mana mengajarkan jemaat tentang ‘sekali selamat tetap selamat’ dan mengentengkan makna dosa sehingga ‘nyaman’ bagi kedagingan manusia. “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7) “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,” (Efesus 2:8) “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.” (Yudas 1:3) Iman dalam bahasa aslinya tertulis ‘pistis’ yang berarti kepercayaan atau keyakinan, ini adalah hal yang harus kita jaga dalam hidup dengan sungguh-sungguh. Lukas 18:1-8 berkata “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”” Tahun ini adalah tahun pelipatgandaan mujizat sekaligus tahun pelipatgandaan goncangan, namun sebagaimana yang dialami janda dalam ayat di atas…marilah kita dengan tak jemu-jemu tetap berharap kepada Tuhan. Kita memang tak selalu benar di hadapan Tuhan, karenanya marilah kita selalu mengintrospeksi diri di hadapan Tuhan. Jika hakim yang tak mengenal Tuhan saja bisa luluh hatinya, apalagi Tuhan yang sangat mengasihi kita. Jika kita tetap mempertahankan iman kepada-Nya, percayalah Tuhan akan segera menolong indah pada waktu-Nya. Dalam masa kesesakan tersulit sekalipun, kita harus tetap mempertahankan iman kepada-Nya karena Tuhan tidak sekalipun pernah meninggalkan orang-orang yang beriman kepada-Nya, pertolongan-Nya pasti nyata dalam hidup kita. Mujizat masih ada! Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Tags:

Category

%d bloggers like this: