HEAVENOUS

Hak-Hak Kehormatan & Kebebasan Yang Bisa Dimiliki Oleh Orang Kristen

Posted on: September 27, 2015

  • In: Ps. Sandra Nair
  • Comments Off on Hak-Hak Kehormatan & Kebebasan Yang Bisa Dimiliki Oleh Orang Kristen

Shalom!
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Kekristenan bukanlah sebuah agama tetapi hubungan dengan Yesus Kristus. Tuhan Yesus sudah melakukan suatu karya besar bagi kita sehingga kita memiliki suatu hubungan (ikatan) dengan-Nya. Tak ada hal sehebat apapun yang dapat kita lakukan untuk membalas kasih-Nya kepada kita, tetapi anugerah Tuhan memampukan kita untuk melakukan apa yang Tuhan mau. Apa yang harus kita mengerti tentang hidup di dalam Kristus?
1) Kita milik siapa (keputraan). Galatia 4:5-6 berkata “Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”” Kita adalah manusia ciptaan baru karena karya Kristus yang total di kalvari. Melalui karya Kristus di kalvari, kita menerima berbagai hak menjadi anak Allah. Kita harus mengaku dosa kita dan meminta pengampunan Tuhan, maka kita berpindah posisi dari hamba dosa menjadi anak Allah. Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih, karenanya kita harus sadar bahwa kita adalah anak Allah sehingga pilihan-pilihan yang kita ambil bijaksana.
Mengapa kita hidup di muka bumi? Alasannya adalah untuk menyembah Dia (fokus kepada Tuhan). Penyembahan adalah sebuah perasaan atau ekspresi dari menghormati suatu pribadi. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2) Dalam suatu penyembahan, harus ada motivasi penyembahan, kehidupan kita yang sesuai dengan penyembahan terhadap Tuhan (kehidupan yang kudus, berbeda dengan dunia karena hidup dalam ‘batasan Allah’). Pikiran adalah tempat iblis menabur dosa dalam diri kita. Cara untuk memperbaharui pikiran kita, yaitu: kita harus memiliki pikiran Kristus & minta Roh Kudus menuntun kita dengan Firman Tuhan sebelum kita melakukan suatu tindakan yang didasari kedagingan (dosa). “Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.” (1 Korintus 2:6) Jika kita sudah terwahyu dengan kasih Tuhan, pastilah hati kita pun sakit ketika kita menyakiti Tuhan, sehingga kita tidak akan menyakiti-Nya lagi dengan dosa-dosa kita – bukannya malah berpikir “berdosa itu bebas karena Tuhan selalu memberikan karunia pengampunan-Nya”. Kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan rasa hormat dan gentar kepada Tuhan (bukan agar kita diselamatkan, tetapi karena kita cinta Tuhan dan secara sadar ingin menyenangkan Tuhan yang telah menyelamatkan kita ketika kita masih berdosa – karena tak ada satu hal pun yang dapat kita lakukan untuk membuat kita layak diselamatkan). Kita harus secara konsisten meluangkan waktu untuk membaca, merenungkan Firman Tuhan dan berdoa setiap hari. Hal ini kita lakukan bukan karena rutinitas tetapi karena kita cinta Tuhan, ingin berkomunikasi dengan-Nya dan ingin mengerti kehendak-Nya bagi kita. Kerohanian kita harus bertumbuh, kita tidak boleh menjadi ‘bayi rohani’ terus-menerus. Ketika kita tidak mau mendengar suara Tuhan, pasti hidup kita menjadi berantakan. Sebagai anak Tuhan, hidup kita seharusnya setiap hari penuh dengan sukacita Ilahi.
Status raja menunjukan kepada kita siapa kita. Kita adalah ‘raja-raja’ secara rohani dalam Kerajaan Allah. Wahyu 1:6-7 berkata “dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, –bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” Tuhan sudah memberikan otoritas atas setiap bidang hidup kita dan kita harus menggunakannya. Ketika kita tidak mengerti otoritas tersebut pasti kita tidak mampu menggunakannya. Kita harus sadar bahwa kita adalah ciptaan baru, sebagai anak Allah dan memiliki otoritas Ilahi; dengan begitu kita pasti tidak akan terbelenggu dengan dosa-dosa yang sama lagi, kita pasti menjadi anak-anak Allah yang merdeka.

Category

%d bloggers like this: