HEAVENOUS

Mengenal 3 Bentuk Serangan Iblis

Posted on: August 14, 2015

Shalom! Matius 6:9-13 berkata “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)” Berdoa adalah suatu hal yang bersifat pribadi tanpa liturgi, tetapi merupakan suatu hubungan yang intim antara kita dan Bapa di surga. 1 Petrus 5:8 berkata “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum [mengintimidasi] dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Hari-hari ini pekerjaan si jahat semakin merajarela sehingga kini dosa dianggap sebagai hal yang biasa. Hari-hari ini yang menjadi esensi bukan masalah antara kudus atau tidak kudus, tetapi seberapa kudus kehidupan kita. Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya tetapi juga karena ada kesempatan. Berikut adalah tiga bentuk serangan iblis, yaitu: Penganiayaan dan kenikmatan hidup. Lukas 8:14 berkata “Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.” Orang Kristen yang tidak berbuah pasti ‘dipotong’. 2 Timotius 4:5 berkata “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”  Kedagingan dan keduniawian. 2 Timotius 4:10 berkata “karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.” Roma 7:19 berkata “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” Seringkali kita ingin melakukan hal yang baik (umumnya untuk menyenangkan orang lain) tetapi hal tersebut malah menjerat kita untuk mewujudkannya dengan cara yang tidak baik, dan hal tersebut mendatangkan dosa. Pengajaran sesat. 1 Timotius 4:1-2 berkata “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.” Pengajaran sesat terjadi sejak zaman Adam dan Hawa (Kejadian 3:1), terus terjadi sampai akhir penuaian jiwa-jiwa (Matius 24:24-30), juga sebagai tanda akhir zaman (2 Tesalonika 2:3 – Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa). Kita hidup harus berdasarkan Firman Tuhan, bukan atas dasar perasaan atau pun logika pribadi agar tidak mudah disesatkan. Pengajaran sesat melegalkan apa yang Firman Tuhan larang sehingga ‘nyaman’ bagi kedagingan kita, karenanya kita harus waspada dan semakin intim dengan Tuhan. Kita harus benar-benar mengenal Tuhan secara pribadi, bukan sekedar apa kata hamba-hamba Tuhan. Kita harus sadar sejak dini karena penyesatan itu ‘samar-samar’ (melenceng sedikit dari Firman Tuhan). Keselamatan itu gratis, tetapi mahal karena Tuhan mengorbankan nyawa-Nya bagi keselamatan kita. Kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Lalu bagaimana menghadapi 3 bentuk serangan iblis tersebut? 2 Tesalonika 2:15 berkata “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” Kita harus berdiri teguh, yaitu tahu di mana posisi kita sekarang agar kita tak mudah tergoyahkan (berdiri di atas batu karang: Yesus Kristus). Keselamatan bisa hilang jika kita tidak setia sampai akhir.

Category

%d bloggers like this: