HEAVENOUS

Refocus On Jesus

Posted on: August 1, 2015

Ibadah itu berarti memulai sesuatu dan mengembalikan fokus kita kepada Tuhan. Kita harus mempersembahkan waktu khusus bagi Tuhan. Ibadah itu seperti mengaktifkan ‘anti-virus’ sehingga diri kita dibersihkan dari segala dosa.

Matius 3:13-17 (TB)  Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

1) Kehidupan yang baru. Setiap kita memiliki permulaan yang baru di dalam Tuhan, hal ini menandakan identitas baru bagi kita yaitu anak Allah. Menjadi Kristen bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan meskipun kita menghadapi masalah tetapi kita memiliki Roh Kudus yang menyertai kita. Pencobaan ditujukan bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menguatkan kita.
2) Kehidupan Firman. Jika kita ingin menjadi kuat, maka kita harus memiliki Firman Allah dalam diri kita. Matius 4:4 (TB)  Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kita tidak boleh dikendalikan oleh kebutuhan dan keadaan kita, melainkan harus didorong oleh Firman Tuhan yang ditaruhkan di hati kita. Firman Tuhan harus kita “makan” (baca) sendiri, bukan mengandalkan orang lain yang membacakannya bagi kita. Kita harus berkomitmen untuk melakukannya, tanpa alasan. Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
3) Kehidupan yang dikhususkan bagi Tuhan. Matius 4:6-7 (TB)  lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”  Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Jangan menyalahgunakan atau memakai nama Tuhan dengan seenaknya demi keuntungan pribadi kita. Jika Tuhan tidak menyatakannya kepada kita, janganlah berani menyatakan sesuatu hal atas nama Tuhan. Jangan menyebut nama Tuhan sembarangan!
4) Kehidupan seorang hamba. Matius 4:8-10 (TB)  Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Melayani dan menyembah Tuhan tak dapat dipisahkan, karena seorang hamba pasti menyembah Tuhan. Kerinduan seorang hamba hanyalah melayani Tuhan, setiap ia melayani berarti ia sedang menyembah Tuhan. Kita harus memahami keindahan dari sebuah pelayanan, yaitu menjadi hamba adalah bagian kita sedangkan menjadi tuan adalah bagian Tuhan.
5) Kehidupan di dalam kuasa Roh (memberitakan Injil, memiliki kerinduan untuk memenangkan jiwa). Matius 4:17 (TB)  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Lukas 4:14 (TB)  Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. | Setelah dicobai, Yesu kembali dalam kuasa Roh. Kita diurapi berarti diperlengkapi untuk pekerjaan Tuhan, bukan untuk “kepuasan pribadi” semata.
6) Kehidupan yang memberi pengaruh. Matius 4:18-19 (TB)  Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Matius 28:19 (TB)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, | Kita harus memuridkan seseorang setelah kita dimuridkan. Urapan Tuhan dalam diri kita ditujukan untuk memberikan dampak bagi kehidupan orang lain. Kita bisa mempraktekan karunia Tuhan setiap saat.
7) Kehidupan sebagai pelaku Firman Tuhan. Matius 4:23 (TB)  Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. | Jangan takut jika kita tidak memiliki gelar sebagai pendeta, tetapi latihlah diri kita untuk menyediakan diri dan mendoakan orang. Jangan berfokus kepada diri kita, Tuhanlah yang sanggup melakukan mujizat lebih dari yang sanggup kita pikirkan dan doakan. Kita harus mempraktekan iman kita, jika tidak dipraktekan maka takkan terjadi apa-apa. Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri untuk menyatakan mujizat-Nya. Harus terjadi kehidupan yang supranatural dalam hidup kita.

Category

%d bloggers like this: