HEAVENOUS

Rileks

Posted on: July 27, 2015

Shalom!
Rileks dalam konteks ini adalah mengambil satu langkah mundur dari segala kesibukan kita agar kita bisa berdoa dan melihat kebesaran Tuhan dalam hidup kita. Lukas 12:29 berkata “Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.” Mazmur 116:7-9 berkata “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu. Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung. Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.” Kita harus masuk dalam masa perhentian agar kita tidak terlena/sibuk dengan segala mujizat Tuhan, melainkan melakukan satu langkah maksimal yang menuju kepada kemenangan. “Tetapi carilah [berasal dari kata ‘zeteo’ yang berarti merendahkan hati dan menyembah Tuhan dengan segenap hati] Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.” (Lukas 12:31) Kerajaan Allah berbicara tentang ‘merendam diri’ di:
a) God reality (kebenaran Allah), yaitu semua yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Realitas Allah dan realitas manusia sering kali bertolak belakang, tetapi kita harus tetap berpegang teguh kepada Firman Tuhan. Jadi, ‘rendam’ diri kita di tempat yang sesuai dengan Firman Tuhan.
b) God initiative (inisiatif Allah), yaitu sesuatu yang Allah lakukan tanpa paksaan. Inisiatif Allah harus ada dalam diri kita sebagai pengikut Kristus, dan inisiatif itu adalah memberi tanpa pamrih (memiliki kasih tanpa syarat). Tidak setiap saat kesempatan untuk berbuat baik itu datang bagi kita, tetapi maukah kita berbuat baik ketika kesempatan itu datang? Kita harus menunjukan inisiatif Allah kepada sesama kita.
c) God provisions (ketetapan Allah dan penyediaan Allah). Ketetapan Allah terdiri dari: a) Ketetapan umum adalah perintah-perintah Allah kepada semua orang; b) Ketetapan khusus, yaitu ketetapan yang khusus diberikan oleh Tuhan kepada orang-orang tertentu yang mana jika orang tersebut keluar dari ketetapan tersebut maka ia akan berada di luar jaminan perlindungan Tuhan. Berfokus kepada masalah berarti kita sedang menyembah masalah. Ketika kita sungguh-sungguh fokus kepada Tuhan (bukan fokus kepada berkat Tuhan atau masalah), maka Tuhan akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib dan lebih tinggi dari yang dapat kita doakan atau pikirkan. Roma 4:19 berkata ”Imannya tidak menjadi lemah [bersikap skeptis: mengecilkan janji Tuhan dan membesar-besarkan masalah], walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup” Tuhan adalah Tuhan yang penuh dengan kemustahilan, biarlah kita tetap merendam diri kita dalam hadirat Tuhan dan menikmati kasih-Nya.

Tags:

Category

%d bloggers like this: