HEAVENOUS

Faith Under Pressure

Posted on: July 19, 2015

Shalom!
Tidak dapat dipungkiri bahwa keadaan dunia kini semakin tidak menentu dan tak sedikit anak-anak Tuhan yang mengalami tekanan hidup sedemikian rupa hingga tergoncang imannya. Yakobus 5:7-11 berkata “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur [musim goncangan] dan hujan musim semi [musim berkat]. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” Dari ayat tersebut, hal yang harus kita lakukan di tengah goncangan adalah bersabar dan bertekun hingga ‘musim goncangan’ itu selesai. Kata ‘sabar’ (patience) dalam Bahasa Mandarin terdiri dari dua kata, yaitu ‘ren’ (blade of the knife | sayatan pisau) dan ‘xin’ (heart | hati). Hal ini berarti memang sabar itu ‘menyayat hati’ tetapi tetap harus kita lakukan, mari kita belajar dari teladan kesabaran Ayub! Jika dibandingkan dengan Ayub yang mengalami pencobaan begitu berat dan tak memiliki Alkitab ataupun komunitas saudara seiman yang mampu menguatkannya di kala kesesakan, hidup kita masih lebih beruntung dibandingkan Ayub; karenanya marilah kita harus belajar bersabar seperti Ayub ketika mengalami tekanan demi tekanan bukan lari dari masalah. Jangan menyerah ketika musim gugur terjadi! Percayalah bahwa hujan musim gugur akan segera selesai dan hujan musim semi segera tiba dalam hidup kita.
HADAPI REALITA DENGAN IMAN
Ayub 13:15 berkata “Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela peri lakuku di hadapan-Nya.” [Even He slay me, yet will trust in Him – KJV] Ayub menghadapi realita kehidupan tidak dengan jiwanya, tetapi dengan imannya. Ayub tetap percaya kepada Tuhan, meskipun sepertinya tidak ada harapan lagi dalam hidupnya. Itulah yang membuat Ayub mampu bersabar: iman. Ini merupakan suatu tantangan bagi kita sebagai anak Tuhan yang kehidupannya masih lebih baik dibanding dengan kehidupan anak-anak Tuhan yang hidup di belahan bumi lain (mengalami penganiayaan, dll). Seharusnya kita lebih mampu menghadapi tekanan dibandingkan Ayub. Kita memiliki iman, bersabarlah. Jika kita mengandalkan jiwa kita, pasti kita tak akan mampu bertahan. Iman seperti WiFi yang tidak terlihat tetapi memiliki kekuatan untuk menghubungakan kita ke apa yang kita butuhkan. Iblis ingin memutuskan koneksi kita dengan Tuhan ketika situasi yang penuh tekanan datang. Iblis akan berhasil dalam tujuannya ketika kita mengandalkan jiwa kita dalam menghadapi tekanan. Perkenanan Tuhan terjadi ketika koneksi kita dengan Tuhan terhubung, disitulah kita akan menerima jawaban-jawaban doa kita. Sehebat apapun kita, tanpa koneksi dengan Tuhan…tentulah kita tak mampu melakukan apa-apa. Mujizat hanya terjadi di area di mana kita terhubung dengan Tuhan, karenanya jagalah koneksi kita dengan Tuhan.
PEWAHYUAN TENTANG “KARYA YESUS”
Ayub adalah kitab tertua dibanding semua kitab di Alkitab, berarti Ayub hidup sebelum Abraham. Namun, Ayub telah menerima pewahyuan tentang penebusan Kristus. “Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.” (Ayub 19:25) Kata ‘penebus’ dalam bahasa Ibrani (tertulis: gaw-al) berarti seorang kerabat (keluarga inti) yang datang untuk membebaskan, membela, membeli, menyelamatkan, dan memenangkan perkara kita. Inilah yang terjadi, yaitu kita akan memiliki kepekaan rohani jika koneksi kita terhubung dengan surga. Hal ini menjadi kekuatan baru bagi Ayub sehingga ia mampu bersabar dalam menghadapi tekanan hidupnya. Ingatlah, bahwa kita memiliki Yesus sebagai ‘Saudara’ kita yang sulung yang telah menebus kita, tidak mungkin kita diciptakan hanya untuk dipermalukan oleh Penebus kita. Bersabarlah sebab Penebus kita akan muncul membela perkara kita. Musim gugur tersebut akan selesai sesuai waktu Tuhan, musim semi yang layak dinanti pun akan datang dalam kehidupan kita. Bersabarlah menantikannya! Jika Tuhan tak menyayangkan Anak-Nya yang sulung, mana mungkin hal-hal yang lain tak diberikan-Nya? Sekalipun Tuhan tidak menyatakan mujizat-Nya, kita tetap percaya kepada-Nya: inilah iman yang sejati.
PENEBUSAN MENDATANGKAN “BERKAT ABRAHAM”
Galatia 3:13a “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita,” Galatia 3:14a “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain” Jadi, penebusan Kristus mendatangkan berkat Abraham bagi kita meskipun kita bukan keturunan langsung Abraham; berkat-berkat tersebut adalah: pembenaran karena iman, kebesaran, kemahsyuran dan kelimpahan untuk menjadi berkat. Mari kita selalu memandang Yesus Sang Penebus kita di tengah kesesakan dan percayalah Ia pasti menolong!

Category

%d bloggers like this: