HEAVENOUS

WISDOM FOR LIVING From Proverbs 25 (Bagaimana kita bisa memiliki hikmat dalam hubungan kita dengan Tuhan dan sesama)

Posted on: July 5, 2015

  • In: Ps. Tan Ye Peng
  • Comments Off on WISDOM FOR LIVING From Proverbs 25 (Bagaimana kita bisa memiliki hikmat dalam hubungan kita dengan Tuhan dan sesama)

Bagaimana kita memiliki hikmat untuk berhubungan dengan Tuhan?

Amsal 25:2 (TB)  Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu. | Sekalipun kita seorang raja, Tuhan lebih tinggi dari kita. Hanya Allah saja yang bijaksana, dan yang kita lakukan adalah merendahkan diri menyelidiki hikmat Tuhan.

Amsal 25:6-7 (TB)  Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar. Karena lebih baik orang berkata kepadamu: “Naiklah ke mari,” dari pada engkau direndahkan di hadapan orang mulia. Apa matamu lihat, | Hal pertama yang kita lakukan adalah tahu bagaimana memposisikan diri kita. Jangan meninggikan diri sendiri di hadapan raja, meskipun kita merasa hubungan kita dekat dengannya.

Amsal 25:3 (TB)  Seperti tingginya langit dan dalamnya bumi, demikianlah hati raja-raja tidak terduga. | Jangan gampang berasumsi tentang apa yang ada di dalam hati raja, tetaplah rendah hati. Karena Allah memberkati orang yang rendah hati tetapi menolak orang yang sombong. Orang yang rendah hati diberi kesempatan untuk berubah, sedangkan orang yang sombong selalu merasa diri benar dan susah berubah. Itulah hikmat.

Amsal 25:4 (TB)  Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas. | Segala hal yang tak murni dalam diri kita harus dibuang terlebih dahulu sehingga Allah bisa memakai kita bagi kemuliaan-Nya.  Allah rindu kita melayani-Nya, tetapi kita harus rela merendahkan diri kita untuk dimurnikan oleh-Nya.

Lalu, bagaimana kita berhubungan dengan sesama?

Amsal 25:8-10 (TB)  jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan. Karena pada akhirnya apa yang engkau dapat lakukan, kalau sesamamu telah mempermalukan engkau?
Belalah perkaramu terhadap sesamamu itu, tetapi jangan buka rahasia orang lain, supaya jangan orang yang mendengar engkau akan mencemoohkan engkau, dan umpat terhadap engkau akan tidak hilang. | Dari pada terburu-buru membawa perkara kita ke pengadilan, adalah  lebih baik untuk membicarakan perkara tersebut dengan sesama kita, karena barangkali kita yang salah. Percekcokan takkan berakhir jika kita selalu menganggap diri kita benar. Biarlah kita selalu bersikap waspada dan hati-hati agar tidak dipermalukan orang lain di kemudian hari.

Amsal 25:11 (TB)  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. | Kuncinya adalah “tepat waktu”, maksudnya apa yang dikatakan, nada perkataan dan moment perkataannya tepat. Emas berbicara tentang kemurnian dan perak di dalam Alkitab berbicara tentang keselamatan/karya penebusan. Dengan kata lain, jika kita bisa memperkatakan suatu hal tepat waktu maka kita akan memenangkan sebuah hubungan.

Amsal 25:12 (TB)  Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar. | Telinga yang cantik itu bukan karena perhiasan, tetapi karena telinga yang mau mendengar dan taat melakukan. Kita pun harus bijak dalam menegur orang. Jika kita berbicara kasar, kita tak akan pernah memenangkan hati seseorang. Allah menegur kita bukan untuk menghakimi dan menjatuhkan kita, melainkan perkataan-Nya penuh kasih karunia dan kemurahan sehingga banyak jiwa mengalami pertobatan karenanya. Setiap kali kita berbicara, hendaklah kita pun rindu untuk memenangkan jiwa tersebut.

Lalu, seperti apa menjadi orang yang “tepat” (pas dalam bertindak)?

Amsal 25:13 (TB)  Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya. | Yesus adalah tuan kita dan kita adalah pembawa pesan Allah. Melalui kata-kata yang tepat, kita bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan. Kita harus hidup berhikmat dan menyingkirkan segala sikap-sikap yang tak benar agar kita memuliakan Tuhan.

Amsal 25:14 (TB)  Awan dan angin tanpa hujan, demikianlah orang yang menyombongkan diri dengan hadiah yang tidak pernah diberikannya. | Terlalu banyak berjanji tetapi tak menepatinya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang “tepat”. Kita tak mungkin memenangkan ‘respek’ dari orang lain jika kita tidak tepat janji.

Amsal 25:15 (TB)  Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang. | Dengan kesabaran dan kelemahlembutan, kita dapat meyakinkan & memenangkan seseorang yang paling keras sekalipun hatinya. Perkataan kita begitu berkuasa, hanya saja jangan terlalu “lebay”.

Amsal 25:16 (TB)  Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya. | Jangan terlalu berlebihan memperkatakan hal-hal yang baik, juga janganlah terlalu kurang; semuanya haruslah “pas”.

Amsal 25:17 (TB)  Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu. | Jika kita melakukan sesuatu terlalu berlebihan (tidak dalam kondisi yang pas), maka hal tersebut menjadi tidak baik bagi kita. Contoh: bekerja adalah hal yang baik, tetapi menjadi workaholic dan kurang istirahat tentu tidak baik. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan kita untuk bekerja selama 6 hari dan beristirahat di hari Sabbath, agar kita hidup seimbang dan diberkati Tuhan. Kita harus selalu mengingat Tuhan, Sang Sumber Berkat kita.

Amsal 25:18 (TB)  Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam. | Kita tidak boleh berbohong tentang orang lain untuk sengaja menyakiti hatinya.

Amsal 25:5 (TB)  Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran. | Jika kita rindu melihat Kerajaan Allah ditegakkan, kita harus mau rendah hati, bertobat dan berubah bagi Allah. Tinggalkan semua kehidupan lama kita dan sepenuhnya serius menjalani kehidupan sebagai manusia baru di dalam Kristus.

Category

%d bloggers like this: