HEAVENOUS

Bertobat = Bijaksana

Posted on: July 5, 2015

Shalom!
Lukas 16:1-3 berkata “Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.” Bendahara ini adalah seorang bendahara yang bijak, karena ia langsung bertindak ketika sesuatu terjadi padanya (dalam hal ini ia melakukan pertobatan). Jika kita bisa dengan cepat mau bertobat dan berubah maka Tuhan akan sangat berkenan kepada kita. Tuhan mengerti bahwa kita sangat sulit untuk menjadi sempurna, maka yang Tuhan kehendaki ialah agar kita “cepat bertobat” ketika kita melakukan kesalahan. Beberapa hal mengenai pertobatan yang dilakukan bendahara tersebut sehingga ia disebut bijak oleh tuannya, yaitu
1) Berdasarkan Lukas 16:4-8, “Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.” Bendahara tersebut merelakan untuk mengorbankan segala keuntungan sementara di dunia ini demi memperoleh keuntungan yang bersifat kekal di masa yang akan datang. “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” (Lukas 16:9-12) Hal yang tersirat dari ayat tersebut, yaitu bahwa Tuhan menghendaki agar kita lebih mengutamakan perkara Kerajaan Allah (kehidupan yang kekal) dibandingkan perkara duniawi.
2) Hendaklah kita setia kepada Allah kita. “Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.”” (Lukas 16:13,18) Bendahara bersebut menyadari bahwa dirinya tidak setia, karenanya ia bertobat dan memilih untuk setia kepada Tuhan. Kita harus setia, Tuhan menyamakan orang-orang yang tidak setia sebagai perzinahan. Lukas 16:16-17 berkata “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” Sejak Injil diberitakan, orang-orang sudah mulai bertobat. Lalu, bagaimana dengan kita sebagai anak Allah? Inilah masa Pentakosta ke-3 dimana Roh Kudus bekerja secara dahsyat dan luar biasa. Hendaklah kita cepat bertobat dan masuk dalam rencana Allah yang besar bagi kehidupan kita.
3) Yesus menceritakan perumpamaan-perumpamaan tersebut karena ada sekelompok orang yang menyebut dirinya ‘orang beragama’ tetapi tidak membawa orang lain lebih dekat kepada Tuhan. “Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. [terjemahan lain berkata: kekejian bagi Allah]” (Lukas 16:14-15) Ketika kita mengagumi sesuatu, hal tersebut menjadi sesuatu hal yang lebih penting bagi kita dibandingkan Tuhan. Tetapi Tuhan memandang hal tersebut sebagai suatu kekejian. Satu-satunya hal yang Tuhan kehendaki adalah agar kita hanya mengagumi Tuhan saja lebih dari apapun yang ada di dunia ini. Keintiman dengan Allah adalah satu-satunya jaminan perlindungan kita karena kita tidak bisa mengendalikan masa depan kita. Tuhan menghendaki agar kita hidup diberkati, marilah kita hidup sebagai hamba Tuhan yang bijaksana!

Category

%d bloggers like this: