HEAVENOUS

Mengerti Kehendak Tuhan Dalam Setiap Proses

Posted on: June 22, 2015

Shalom!
Markus 8:22-26 berkata “Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?” Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.” Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: “Jangan masuk ke kampung!”” Tuhan bisa menjawab doa kita secara langsung, tetapi dalam kedaulatan-Nya Tuhan pun berhak menjawab doa kita sesuai cara-Nya (perlu proses, tidak secara langsung). Betsaida adalah kota biasa yang menjadi kota metropolitan karena banyak dilakukan perdagangan di sana, tetapi moral masyarakatnya semakin menurun. Sekalipun begitu, Tuhan Yesus tetap mengasihi kota ini.
1) Hanya Tuhan Yesus yang memberikan segala sesuatu yang sejati (kesembuhan, pemulihan, pelipatgandaan mujizat, penuaian jiwa-jiwa dan keselamatan). Jika kita boleh ada sebagaimana adanya sekarang ini, semua karena Tuhan Yesus. Tanpa Yesus, tentunya kita tidak ada. Tahun ini adalah tahun yang luar biasa, karenanya kita tidak boleh berperilaku biasa-biasa saja bagi Tuhan. Berhentilah mengeluh dan menganggap hidup kita tidak diberkati Tuhan, selalu ada hal-hal kecil tetapi berharga yang patut kita syukuri kepada Tuhan. Jangan anggap remeh doa-doa kita meski sepertinya biasa, karena hal tersebut menyenangkan hati Tuhan.
2) Tuhan Yesus menyelamatkan kita bukan hanya agar kita bisa masuk surga, tetapi agar selama kita hidup di bumi ini kita “putus dengan dosa”. Ketika kita tidak lagi hidup berfokus kepada Yesus, disitulah kita mengalami “kebutaan rohani”. Selama kita hidup berfokus kepada Yesus, kita akan mengalami kehidupan yang semakin berkemenangan. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12) Tidak ada orang berdosa karena ‘kepepet’, seseorang berdosa karena pilihannya sendiri meskipun ia tahu itu dosa. Menjadi murid Kristus bukan berarti kita langsung kudus, tetapi kita diberi kuasa untuk menolak dosa –sedangkan orang yang belum menerima Kristus tidak memiliki kuasa itu. Jangan mempermainkan kasih karunia Tuhan, kasih karunia Tuhan yang tak berkesudahan hanya melingkupi orang-orang-Nya yang kudus sebab Tuhan itu kudus. Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat sangat sangat singkat, kita harus mengkondisikan diri kita untuk ‘layak’ rapture. Kita memang hidup di dunia yang semakin jahat ini, tetapi kita tidak boleh serupa dengan dunia. Kita akan diuji apakah kita akan mengikuti dunia atau tetap berpegang pada-Nya. Ketika kita tetap berpegang pada Tuhan meski dunia mencemooh, pasti Tuhan yang akan membela kita.
3) Jangan kembali lagi ke kehidupan kita yang lama sebab Tuhan memanggil kita untuk menjadi saksi bagi kemuliaan nama-Nya. Tuhan memberkati kita agar kita menjadi berkat, Tuhan menyelamatkan kita agar kita pun bisa mewartakan keselamatan dari-Nya ke semua orang, terutama keluarga inti kita sendiri. Bagaimanapun sulitnya untuk memenangkan keluarga kita, kita harus tetap setia menginjili mereka. Jika Tuhan yang berkehendak agar kita lakukan itu, pasti Tuhan akan beri jalan keluar. Percayalah bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menolak Tuhan ketika Tuhan menjamahnya, poinnya adalah apakah kita mau atau tidak menjadi alat-Nya untuk menyelamatkan keluarga kita.

Category

%d bloggers like this: