HEAVENOUS

Spiritual Warfare

Posted on: June 18, 2015

1 Timotius 6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah [man of God], jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
Kita adalah manusia Allah (man of God), kita berharga (mahal) di mata Tuhan. Jadi, jangan kita membuat diri kita sendiri “murah”.

Pendoa syafaat dan peperangan rohani merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Panggilan sebagai pendoa syafaat menuntut kita untuk berperang memerangi iklim rohani yang dipengaruhi iblis untuk menyesatkan pandangan orang terhadap kebenaran.

1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Peperangan rohani adalah konflik yang berlangsung dalam dunia rohani yang tidak terlihat yang termanifestasi dalam dunia jasmani yang terlihat.

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Peter Wagner dalam bukunya menuliskan siapa saja yang kita perangi, yaitu:
1) Pemerintah-pemerintah, yaitu roh-roh jahat yang menguasai satu negara.
2) Penguasa-penguasa, yaitu roh-roh jahat yang menguasai satu provinsi.
3) Penghulu-penghulu, yaitu roh-roh jahat yang mengikat satu kota dengan dosa (umumnya).
4) Roh-roh jahat di udara, yaitu roh-roh jahat yang mengganggu dengan hal-hal sepele untuk mengalahkan anak-anak Tuhan.

Perhatikan bahwa iblis tidak seperti Tuhan Yesus yang Maha Hadir. Ketika pemetaan rohani, kita harus tahu siapa yang “menguasai” wilayah tersebut agar tepat sasaran ketika memeranginya. Tujuan peperangan rohani adalah memenangkan jiwa-jiwa, bukan membuktikan kehebatan diri. Ujian kita sepenuhnya adalah ujian ketaatan. Berhati-hatilah ketika kita mulai menyombongkan diri. We are nothing, but Jesus is something. Kita menjadi istimewa karena Roh Allah yang ada dalam diri kita.

Apakah “senjata favorit” iblis dalam memerangi kita?
1) Penundaan. Selesaikan apa yang masih bisa kita kerjakan hari ini, karena belum tentu hari esok kita masih diberi kesempatan untuk mengerjakannya. Penundaan dari iblis akan melemahkan kita tetapi penundaan dari Tuhan akan menguatkan kita. Karenanya, kita harus semakin peka akan suara Tuhan agar berjalan sesuai kairos Tuhan.
2) Penipuan. Berhati-hatilah dengan pengajaran-pengajaran yang “sepertinya Alkitabiah” tetapi ujungnya membawa maut, karenanya kita harus bergaul karib dengan Tuhan agar mampu membedakan ajaran Tuhan dan ajaran sesat.
3) Kalut, panik, kacau. Selama kita hidup berakar dan mendasar pada Firman Allah, jangan panik dengan hal-hal yang semakin simpang siur atau menakutkan di akhir zaman ini, agar kita bisa tetap fokus kepada Tuhan.
4) Kecewa. Ketika kita sedang kecewa (baik terhadap diri sendiri maupun orang lain), kita sedang dalam peperangan rohani. Dan kita harus memilih untuk mengampuni, agar hati nurani kita tetap murni di hadapan Tuhan.

Lalu, kapan iblis melancarkan serangannya kepada kita?
1) Ketika kita sedang dalam kelelahan (down, sensitif). Yang menjadi benteng kita dikala itu adalah pujian penyembahan kita kepada Tuhan dan mendeklarasikan kebenaran Firman-Nya, bukan tidur.
2) Ketika tiba-tiba dipromosikan menjadi pemimpin, tetapi malah dihujat oleh orang-orang sekitar. Kita harus ingat bahwa menghujat pemimpin berarti menghujat Tuhan. Akhir-akhir ini Tuhan akan mempromosikan hamba-hamba-Nya yang faceless & nameless .
3) Ketika Tuhan melakukan perkara-perkara yang ajaib, iblis berusaha menggagalkannya agar orang tidak percaya mujizat lagi dan berhenti berharap kepada Tuhan. Kita harus yakin bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta alam semesta, tetap sama dan tak berubah baik dulu, sekarang dan selamanya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.
4) Ketika kita mulai dipercayakan untuk menangani sebuah pelayanan yang baru dan merasa tak mampu. Jangan takut! Jika kita mundur, kita takkan pernah diberi tanggung jawab dan kehormatan.

Jadi, hal-hal apa yang harus kita perhatikan dalam peperangan rohani?
1) Ingat bahwa iblis sedang berkeliling di sekitar kita sehingga kita harus selalu siap siaga, jangan lengah dan tidak kehilangan fokus pada Tuhan. Kita harus setia di mana pun Tuhan menempatkan kita.
2) Bersiap-siaplah karena iblis menyerang kita disaat yang tidak diharapkan karena iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa yang menyerang tiba-tiba (tanpa pemberitahuan). Peperangan rohani terjadi setiap saat, karenanya kita harus bersiaga setiap saat, jika tidak…kita pasti kalah dalam peperangan ini dan menjadi bulan-bulanan si iblis.
3) Kenali iblis sebagaimana adanya (sesuai apa kata Firman Tuhan), yaitu bahwa tidak ada sedikit pun kebaikan padanya sehingga kita tidak mudah kompromi dengan hal-hal yang ditawarkannya. Kita harus bergaul karib dengan Tuhan agar tidak mudah terpengaruh godaan iblis.
4) Tolak dan jangan dengarkan bisikan iblis, jangan pedulikan apa yang ia tawarkan meski hal itu seolah-olah sangat menguntungkan. Jangan cepat tergiur dengan hal-hal tersebut, semuanya harus kita doakan terlebih dahulu. Tanpa petunjuk Tuhan, tak ada satupun hal boleh kita kerjakan.
5) Lawanlah iblis! 1 Petrus 5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Senjata apa yang ampuh melawan iblis? Efesus 6:14-18 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Category

%d bloggers like this: