HEAVENOUS

Mengerti Rencana Tuhan

Posted on: June 16, 2015

Shalom! Kita harus semakin dewasa di hadapan Tuhan dan siap menyambut kedatangan-Nya kelak. Yesaya 55:8-9 berkata “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Pemikiran kita tak sebanding dengan pikiran Tuhan. “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.” (2 Korintus 5:16) Di ulang tahun gereja kita yang ke-25 ini, hendaklah kita pun semakin menjadi jemaat Tuhan yang dewasa dimana kita hidup semakin seperti Kristus. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” (Filipi 2:5) Tuhan tidak menciptakan kita sebagai robot yang kemudian terprogram seperti Dia ketika kita menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, karenanya kita harus membangun hubungan yang semakin intim dengan Tuhan melalui pembacaan Firman-Nya setiap hari. Demikianlah Tuhan menghendaki agar kita mengalami proses menjadi seorang Kristen yang semakin dewasa. Efesus 3:19 berkata “dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Lalu, apa tujuan Tuhan menghendaki kita menjadi dewasa dan dipenuhi oleh Roh Kudus? “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” (Efesus 3:20) 2 Petrus 1:4 berkata “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Inilah yang membedakan kita dengan orang-orang dunia yang tak mengenal Kristus, yaitu anugerah keselamatan dari Tuhan. Kita harus memiliki kerinduan untuk senantiasa dipenuhi oleh Allah dan memiliki pikiran Kristus. 1 Petrus 1:7 berkata “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” Hal yang akan Tuhan uji kelak adalah kemurnian iman kita, bukan ‘aktivitas gerejawi’ kita. Pencobaan akan membuat kita jatuh, tetapi ujian akan semakin membawa kita naik level. Jabatan sebagai pendeta ataupun menjadi Kristen sejak kecil tidak menjadi jaminan bahwa kita tidak akan melakukan kesalahan fatal, karenanya janganlah kita menilai seperti manusia menilai melainkan seperti Allah menilai. “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”” (1 Samuel 16:7) Terkadang kita sendiri menilai diri kita terlalu rendah, padahal kita memiliki Roh Kudus (The Excellent Spirit) dalam diri kita. Kita harus selalu memperkatakan hal-hal yang menguatkan diri kita sendiri sebab di dalam diri kita ada Roh Kudus yang memampukan kita menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Kita tidak boleh membatasi kuasa Allah dengan pikiran kita sendiri, kita harus berbahasa Roh setiap hari. Kedatangan Tuhan sudah semakin dekat, kita harus senantiasa bersiap diri dan melakukan apapun yang kita bisa demi kemuliaan Tuhan di waktu yang singkat ini, tak bisa lagi membuang-buang waktu. Kita harus mengerti perasaan Kristus, hanya melalui pengenalan akan Tuhanlah kita akan semakin berpikir seperti Kristus, hal ini tidak ditentukan oleh lamanya kita menjadi Kristen tetapi seberapa besar kerinduan kita untuk semakin dekat kepada-Nya. Hagai 2:6 berkata “sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”” Inilah yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan di tengah goncangan, yaitu tetap berpegang pada Firman-Nya. Tuhan telah memberikan kita kuasa dari Roh Kudus dan otoritas (kunci Kerajaan Allah – Matius 16:19), kita tak mungkin menjadi saksi Kristus jika kehidupan kita seperti orang-orang dunia yang tak mengenal Tuhan. Jadi, maksud Tuhan mengizinkan goncangan terjadi adalah agar dunia melihat bahwa di tengah goncangan, anak Tuhan tetap diberkati berlimpah-limpah. Perkataan kita harus senantiasa merupakan perkataan iman, bersama Tuhan akan kita lakukan perkara-perkara yang besar!

Category

%d bloggers like this: