HEAVENOUS

Kasih Tuhan Yesus Begitu Luar Biasa Bagi Kita

Posted on: June 1, 2015

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,     
Bulan yang lalu kita bersama-sama memperingati Paskah, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, dan pada bulan ini kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, sekaligus pencurahan Roh Kudus pada Hari Raya Pentakosta.       
Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (namanya siapa? YESUS!), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Bulan ini saya mengajak Saudara semua untuk merenungkan dan merasakan kembali kasih Tuhan yang luar biasa. Tuhan tidak menghendaki kita binasa atau masuk neraka, tetapi masuk sorga dan hidup kekal bersama-sama Dia selama-lamanya di sorga. Memang akhir-akhir ini Tuhan banyak menyuruh saya untuk berbicara tentang sorga dan neraka. Tuhan menyuruh saya membaca buku-buku tentang pengalaman mereka-mereka yang diajak Tuhan naik ke sorga serta neraka. Setelah banyak melihat dan merenungkan, ada 2 hal yang terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini, yaitu:     
1.  Saya lebih menghormati dan menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dan kasih-Nya     
2.  Saya mengerjakan keselamatan dengan lebih takut dan gentar.       Apakah ketika Saudara mendengar khotbah-khotbah seperti itu juga merasakan hal yang sama? Alkitab katakan bahwa umur manusia itu 70 tahun dan kalau kuat 80 tahun, setelah itu kemana? Setelah itu kita diperhadapkan kepada 2 tempat, yaitu sorga atau neraka dan itu untuk kekekalan. Hidup kekal selama-lamanya atau mati kekal selama-lamanya? Pilihan ada pada kita! Jangan menukar kekekalan dengan kehidupan sekarang yang hanya bersifat sementara. Kita harus sungguh-sungguh memikirkan hal itu sehingga fokus kita dalam kehidupan di dunia ini bukan hanya untuk memikirkan bagaimana supaya sukses dalam mendapatkan uang, pangkat atau popularitas, sebab itu tipuan Iblis semua. Tetapi fokus hidup kita sekarang ini haruslah mempersiapkan diri untuk masuk kepada masa kekekalan, yaitu untuk hidup kekal selama-lamanya bersama dengan Tuhan Yesus.      
Pada waktu saya masih kecil, gereja begitu berani berkata, “Sorga atau neraka?”. Lama-kelamaan tidak demikian lagi, sebab kalau Saudara dengar hari-hari ini ternyata gereja mengalami degradasi dan saya tidak tahu alasannya yang pasti. Mengapa gereja tidak lagi berani bicara secara tegas tentang sorga dan neraka? Gereja dulu berkata, “Sorga atau neraka?”, lama-lama berubah menjadi, “Selamat atau tidak selamat?” dan sekarang malah,“Diberkati atau tidak diberkati?”. Ini sudah merupakan degradasi atau penurunan sebab itu hanya berbicara tentang hal-hal yang duniawi dan fana. Padahal kita mempersiapkan diri untuk yang kekal. Amin!       

PENDERITAAN TUHAN YESUS     
Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita. Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Tuhan Yesus mati menggantikan Saudara dan saya. Penderitaan Tuhan Yesus dimulai di Taman Getsemani. Tuhan Yesus mengalami ketakutan yang luar biasa, sehingga peluh-Nya bertetesan menjadi seperti darah. Ini satu bentuk tekanan yang luar biasa. Kemudian datanglah murid Tuhan Yesus yang bernama Yudas Iskariot. Dengan ciuman mautnya dia mengkhianati dan menyerahkan Tuhan Yesus. Itu satu bentuk pengkhianatan yang luar biasa. Lalu Tuhan Yesus ditangkap dan dibawa ke rumah Imam Besar Kayafas serta dihadapkan di Mahkamah Agama. Di sana Tuhan Yesus diludahi, ditampar, dipukul, dsb. Ini adalah masalah hati. Tetapi Tuhan Yesus hanya diam. Kemudian Tuhan Yesus dibawa kepada Pilatus dan dicari kesalahan-Nya namun tidak dapat ditemukan. Tuhan Yesus kemudian diserahkan untuk disalibkan.          
Proses awal dari penyaliban, Tuhan Yesus dihukum cambuk. Jubah-Nya dibuka dan Tuhan Yesus dicambuk. Luka di sekujur tubuh-Nya dan darah mengalir keluar, sakitnya luar biasa. Ditambah lagi Tuhan Yesus diberikan mahkota duri di kepala-Nya. Belum selesai, lalu tangan dan kaki Tuhan Yesus dipaku dan Dia digantung di atas kayu salib. Dia menderita sengsara yang luar biasa dan dada-Nya terasa sesak. Belum lagi orang-orang yang lalu-lalang semuanya menghujat Dia. Orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan para tua-tua semuanya menghujat Tuhan Yesus bahkan salah satu penjahat yang di sebelah Tuhan Yesus ikut menghujat-Nya. Sakitnya luar biasa! Penderitaan Tuhan Yesus secara lahir dan batin dialami-Nya. Itulah kematian yang seharusnya Saudara dan saya tanggung! Namun Dialah yang telah menanggung semuanya itu.      
Dan sekitar jam 12 siang hingga jam 3 sore tiba-tiba langit di Golgota gelap. Tuhan Yesus gelisah karena merasa ditinggalkan oleh Allah Bapa, sehingga Dia berteriak, “Eli, Eli, lama sabakhtani? Eli, Eli, lama sabakhtani? Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Saya percaya penderitaan sebelumnya yang Tuhan Yesus alami itu bukan apa-apa dibandingkan dengan penderitaan-Nya yang terakhir karena Dia ditinggalkan Bapa. Ini konsekuensi yang harus Tuhan Yesus tanggung karena orang berdosa itu ditinggalkan oleh Allah Bapa di mana Roh Allah meninggalkan orang itu. Itulah yang harus Tuhan Yesus tanggung dan itu sangat berat bagi-Nya. Karena Tuhan Yesus selalu ada kontak dengan Bapa-Nya setiap hari, Dia selalu berada di hadirat-Nya. Namun ketika itu tiba-tiba Dia tidak bisa merasakan hadirat Bapa dan Dia ditinggalkan sendirian. Itulah puncak penderitaan Tuhan Yesus!      
Saudara, sejak awal pelayanan saya selalu menekankan 3 hal ini, yaitu:     
1.  Hadirat Roh Kudus atau hadirat Tuhan itu sendiri     
2.  Pengurapan oleh Roh Kudus     
3.  Bahasa roh     
Ketiga hal ini yang menjadi penekanan pelayanan saya sampai dengan hari ini. Alangkah tersiksanya kalau saya sampai tidak masuk hadirat Tuhan. Saya ingin bertanya kepada Saudara, apakah Saudara juga mengalami hal yang seperti itu? Berbahagialah Saudara kalau setiap saat Saudara merindukan hadirat Tuhan. Alkitab berkata, “Dihadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah..” (Mazmur 16:11). Kalau Saudara bersukacita sepanjang hidup Saudara, Saudara akan sembuh! Sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur dan sukacita yang seperti itu hanya ada di dalam hadirat Tuhan. Amin!    

KEBANGKITAN TUHAN YESUS     
Setelah mengalami puncak penderitaan, Tuhan Yesus tiba-tiba berkata, “Sudah selesai!”.Tuhan Yesus mati! Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita! Karena dosa Saudara dan saya Dia harus mati. Betapa kasih-Nya luar biasa. Tuhan Yesus mengasihi Saudara, Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Haleluya! Tuhan Yesus bangkit untuk Saudara dan saya! Sebab kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit, maka:     
1.  Pemberitaan Firman Tuhan itu sia-sia     
2.  Kepercayaan kita sia-sia dan kita masih ada di dalam dosa-dosa kita     
3.  Orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan tetap binasa     
4.  Kita disebutkan orang-orang yang paling malang dari segala manusia.     
5.  Mujizat dan kesembuhan tidak akan ada lagi      
Tetapi puji Tuhan karena Tuhan Yesus bangkit, maka:     
1.  Pemberitaan Firman Tuhan tidak sia-sia.     
2.  Kepercayaan kita tidak sia-sia, kita tidak di dalam dosa kita lagi, tetapi kita akan hidup kekal selama-lamanya bersama dengan Tuhan Yesus.     
3.  Orang-orang mati di dalam Tuhan akan dibangkitkan kembali.      
4.  Kita bukan orang-orang yang paling malang dari segala manusia, tetapi justru orang-orang yang paling beruntung dari segala manusia.
5.  Mujizat dan kesembuhan itu masih ada sampai dengan hari ini.      Dan Tuhan Yesus katakan, “Tahun 2015 adalah tahun pelipatgandaan mujizat!”. Haleluya!    
TUHAN YESUS MENAMPAKKAN DIRI KEPADA MURID-MURIDNYA     
Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Dan setelah itu selama 40 hari Tuhan Yesus berulang-ulang menampakkan diri-Nya kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya. Untuk apa?     
1.  Untuk membuktikan bahwa Tuhan Yesus hidup!     
2. Untuk mengunjungi murid-murid-Nya yang mengalami frustrasi, tergoncang, terluka akibat kematian Tuhan Yesus. Dia sangat mengasihi Saudara, Dia akan mengunjungi Saudara yang mungkin keadaannya sama seperti murid-murid pada waktu itu.      

Tuhan Yesus Mengunjungi Tomas     
Saya ingat pada waktu Tuhan Yesus mengunjungi Tomas. Dia tidak percaya kalau Tuhan Yesus bangkit karena pada waktu Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya, Tomas tidak ada di tempat. Tomas berkata, “Aku tidak akan percaya sebelum aku melihat bekas luka di tangan-Nya serta bekas luka di lambungnya dan mencucukkan jariku ke dalamnya, sekali-kali aku tidak percaya!”.      
Tuhan Yesus datang khusus untuk orang yang seperti ini, yang tidak percaya seperti Tomas. Sebab Dia tahu, kalau sampai Tomas tidak percaya terus, maka dia tidak akan selamat. Untuk itulah Tuhan Yesus datang khusus kepada Tomas dan berkata, “Tomas, ini Aku…Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (Yohanes 20:27). Lalu Tomas tersungkur, “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Kemudian Tuhan Yesus berkata kepada Tomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat(mungkin mendengar) namun percaya.” (Yohanes 20:29). Itulah Saudara semua dan saya!       

Tuhan Yesus Mengunjungi Ketujuh Murid-Nya Yang Sedang Mencari Ikan     
Tuhan Yesus mengunjungi ketujuh murid-Nya yang sedang frustrasi, yaitu Petrus, Yohanes, Yakobus, Natanael, Tomas dan 2 murid lainnya yang sedang mencari ikan. Mereka semalam-malaman tidak mendapat ikan, tetapi Tuhan Yesus memberi komando, “Tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu, niscaya engkau akan beroleh.” Ini adalah perintah yang tidak masuk akal, karena mereka telah semalam-malaman mencari ikan dan tidak mendapatkannya. Sedangkan hari telah pagi, artinya bukan waktunya untuk mencari ikan. Apalagi sudah dekat dengan daratan karena jaraknya hanya 200 hasta (90 m) dari pantai, jadi tempat yang relatif dangkal, jadi bukan tempatnya ikan. Namun mereka semua taat dan mujizat yang kreatif itu terjadi. 153 ekor ikan besar-besar berhasil ditangkap dan jalanya tidak koyak. Itulah Tuhan Yesus.      
Mungkin ada di antara Saudara yang sedang frustrasi dengan keadaan ekonomi atau pekerjaan Saudara saat ini, jangan kuatir sebab Tuhan pasti melawat Saudara. Saudara percaya dan taat saja, meskipun perintah-Nya tidak masuk akal. Tetapi kalau Saudara percaya, taat dan lakukan, maka pelipatgandaan mujizat akan terjadi dalam hidup Saudara.           

Tuhan Yesus Memulihkan Petrus     
Saya ingat bagaimana Tuhan memulihkan Petrus di mana Petrus mengalami guilty feelingyang luar biasa. Tuhan Yesus berkata, “Petrus, sebelum ayam berkokok, kamu telah menyangkal Aku 3 kali.” Berbeda dengan Yudas, Petrus tidak pernah merencanakan perbuatan menyangkal Tuhan Yesus, namun itu terjadi. Sebelum ayam berkokok Petrus telah menyangkali Tuhan Yesus 3x. Pada saat ketiga kalinya Petrus menyangkali-Nya, bertepatan Tuhan Yesus memalingkan wajah-Nya kepada Petrus. Empat mata beradu dan Petrus menangis tersedu-sedu.          
Dan ketika mendatangi Petrus, Tuhan bertanya, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada segalanya?” Petrus langsung menjawab, “Ya Tuhan, aku ini mengasihi Engkau lebih dari semuanya”. Lalu Tuhan Yesus berkata, “Kalau begitu gembalakanlah domba-domba-Ku.” Namun kemudian Tuhan bertanya kembali untuk kedua kalinya bahkan sampai 3x, di situlah Petrus menangis dan berkata, “Ya Tuhan, aku mengasihi Engkau lebih dari semuanya” dan kembali Tuhan berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”Apakah Saudara mengasihi Tuhan Yesus? Kalau Saudara mengasihi-Nya, Tuhan Yesus berkata,“Gembalakanlah domba-domba-Ku.”     

TUHAN YESUS NAIK KE SORGA     
Setelah 40 hari berulang-ulang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke sorga dengan disaksikan oleh murid-murid-Nya. Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 14:2-3, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”      
Saat ini Tuhan Yesus ada di sorga. Dia sedang menyediakan tempat buat Saudara dan saya. Tuhan Yesus berkata, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.” Tidak lama lagi Dia akan datang kembali dan waktu kedatangan-Nya sudah sangat-sangat-sangat dekat. Amin! Untuk itu pesan Tuhan kepada kita semua, “BERJAGA-JAGALAH!”.      Ada 2 pesan Tuhan yang harus saya sampaikan, yaitu:      
1.  Kita Harus Memiliki Kasih yang Mula-mula     
Dalam Wahyu 2, Tuhan Yesus berpesan kepada jemaat di Efesus: “ Aku tahu segala pekerjaanmu…engkau rajin, tekun, tidak dapat sabar terhadap orang jahat yang menyebut dirinya rasul, tetapi sebenarnya adalah rasul palsu. Engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku. Engkau melayani pekerjaan Tuhan dengan tidak mengenal lelah. Dan engkau membenci perbuatan-perbuatan pengikut Nikolaus yang juga aku benci.” Bukan benci orangnya tetapi benci perbuatannya di mana pengikut-pengikut Nikolaus mempunyai pengertian bahwa perzinahan dan percabulan tidak berpengaruh terhadap keselamatan.       
1 Korintus 6:9-10, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”       Kita harus hati-hati dan jangan sampai di ’nina-bobo’ kan dengan pengajaran yang berkata,“Sudah jadi orang Kristen toh? Ya sudah, semuanya beres! Semuanya sudah ditanggung oleh kasih karunia! Sudah pasti masuk sorga.” Ini artinya di ’nina-bobo’ kan! Jemaat di Efesus membenci perbuatan-perbuatan seperti itu, mereka adalah orang Kristen yang luar biasa. Tetapi apa pandangan Tuhan Yesus terhadap jemaat Efesus? Tuhan berkata, “Tetapi Aku mencela engkau, sebab engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Karena itu bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak, Aku akan datang mengambil kaki dianmu dari tempatnya.”      
Lalu Tuhan Yesus berjanji, “Barangsiapa menang, kalau engkau mau bertobat, engkau mau berubah dan engkau dalam kondisi kasih yang mula-mula, engkau akan Aku beri makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” Mungkin kita belum sampai seperti itu, tetapi karena mereka tidak memiliki kasih yang mula-mula, apa pun yang mereka lakukan dalam melayani pekerjaan Tuhan, Tuhan berkata, “Betapa dalamnya engkau telah jatuh!” Saya berdoa supaya semua yang ada di tempat ini semuanya menjadi pemenang. Saudara harus keluar sebagai pemenang!       
2.  Kita Harus Mengumpulkan Harta Di Sorga     
Hal kedua yang Tuhan katakan adalah tentang hal mengumpulkan harta. Tuhan berpesan supaya kita harus mengumpulkan harta di sorga dan bukan harta di bumi. Sebab harta di sorga, ngengat dan karat tidak akan merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Firman Tuhan berkata, “Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada.” Kalau Saudara sekarang beratnya untuk mengumpulkan harta di bumi, berarti hati kita di bumi dan bukan di sorga. Tetapi kalau kita mengumpulkan harta kita di sorga, hati kita pun di sorga. Apakah kita mau hidup di bumi selamanya? Tentu tidak, sebab Alkitab katakan umur kita 70 – 80 tahun, setelah itu pilih hidup kekal selama-lamanya atau mati kekal selama-lamanya? Tetapi Tuhan berkata, “Kumpulkanlah harta di sorga!”. Kita tidak bisa mengabdi di dunia kepada 2 tuan, tidak bisa mengabdi kepada Allah dan kepada mamon. Jangan menjadi orang Kristen dengan kehidupan ganda.       

Kesaksian Ibu Suzette Hattingh     
Pada waktu dia merilis kesaksian ini dia berkata supaya tolong diterima secara dewasa dan juga dibawa dalam doa, sebab itu bisa ‘dipelintir-pelintir.’ Pada tahun 2000 dia mendapatkan mimpi tentang kedatangan Tuhan. Dia berkata pada waktu itu, “Saya sama sekali belum siap”.Tetapi untungnya kata Tuhan itu masih dalam masa persiapan. Kemudian di tahun 2013 kembali dia bermimpi dan waktu itu pun dia belum siap. Akhirnya dia mendapat mimpi yang terakhir di bulan Mei 2014, jadi 1 tahun yang lalu. Di mimpi itu Tuhan berkata, “Sekarang waktunya pengangkatan! Pesta perkawinan Anak Domba sudah akan dimulai. Tidak ada waktu lagi!” Lalu dia melihat orang-orang yang berpakaian putih pergi ke pesta perkawinan. Lalu dia pun berganti baju dan memakai pakaian putih juga. Tetapi alangkah kagetnya ketika dia melihat pakaiannya, sebab dilipatan roknya yang sebelah kiri ada noda. Dia sudah tidak berpikir tentang noda itu lalu dia berangkat saja ke pesta. Tetapi ketika dia sampai di tempat pesta perkawinan itu tiba-tiba dia merasakan kalau dia kurang bergairah kepada Sang Mempelai Pria. Mempelai Pria itu mengasihinya tetapi dia yang kurang bergairah. Kemudian dia baru mengerti bahwa inilah yang dimaksud dengan noda tersebut. Dia tidak dalam kondisi kasih mula-mula! Lalu dia pun terbangun dan Tuhan tiba-tiba berkata, “Mempelai-Ku sekarang memang jatuh cinta kepada-Ku, tetapi mereka tidak dalam kondisi cinta seperti kasih yang mula-mula!”. Dan Tuhan memberikan pesan, ”Yang Aku inginkan adalah keintiman, bukan kegiatan!”. Di situ Suzette langsung mengerti dan saya percaya kalau dia mempersiapkan dirinya sekarang. Mungkin Saudara terlalu sibuk karena di dunia ini seolah-olah mau tidak mau Saudara disibukkan, dipacu dan dipaksa untuk sibuk sehingga kehilangan kasih yang mula-mula. Dan ini akibatnya fatal! Kita harus seperti Maria yang duduk di kaki Yesus serta mendengarkan Dia dan bukan seperti Marta. Seperti apa yang Tuhan katakan bahwa kita sedang masuk dalam Tahun Sabat di mana kita harus banyak beristirahat dalam hadirat Tuhan. Pilihan ada di tangan kita, tetapi saya berdoa supaya semua berjaga-jagalah!       

Kesaksian Ps. Park Yong Gyu     
Kesaksian ini bisa Saudara baca di Google, tetapi yang mau saya garis bawahi adalah saya percaya akan kesaksian itu. Karena itu saya mau saksikan sekarang. Ini adalah sebuah kesaksian dari seorang Pendeta Korea yang bernama Park Yong Gyu. Dia adalah seorang pendeta besar dengan jemaat 5000 orang. Yang luar biasa adalah dia seorang yang kaya karena dia sebutkan pada waktu itu kekayaannya adalah US $ 150.000.000 atau sekarang sekitar 2 trilyun Rupiah. Dia juga mempunyai 5 mobil mewah. Di sini mungkin dia mau katakan bahwa Dia mengumpulkan harta di bumi.      
Pada tahun 1987 dia menderita sakit lalu mati. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan kepadanya untuk kembali hidup di bumi selama 20 tahun lagi. Pada waktu mati ini dia dibawa oleh Tuhan dengan diantar malaikat-Nya untuk melihat sorga dan neraka. Dia berasal dari aliran Presbyterian yang percaya sekali selamat tetap selamat dan tidak percaya kepada cerita tentang sorga dan neraka, tentang hidup kudus. Memang kalau orang sudah punya pengertian bahwa jadi orang Kristen itu sekali selamat tetap selamat, buat apa hidup kudus? Buat apa bicara tentang neraka? Buat apa berdoa, kan sudah selamat semua? Namun demikian Ps. Park adalah seorang pembicara terkenal waktu itu. Dia berkata, “Itulah keadaan saya, tetapi setelah saya diperlihatkan sorga dan neraka yang tadinya saya tidak pernah percaya akan hal itu, sekarang saya adalah salah satu orang yang disuruh oleh Tuhan menuliskan tentang sorga dan neraka.”  Dan dia bicara soal kekudusan, bahkan setelah peristiwa itu, dia menjual seluruh assetnya dan hidupnya berubah total. Dia berkata, “Ternyata bukan harta yang kita miliki di dunia yang banyak yang bisa membuat kita masuk sorga.”      
Memang penulis-penulis yang Tuhan izinkan melihat neraka, mereka diperlihatkan orang-orang Kristen yang ada di neraka. Jadi dengan jelas dikatakan ada pendeta, penatua, majelis dan jemaat yang ada di neraka. Bahkan dia terkaget-kaget karena melihat ada pendeta yang terkenal ada di neraka! Jadi supaya Saudara tahu bukan berarti kalau namanya Kristen itu tidak akan masuk neraka. Dan itu saya sangat percaya sebab dari dulu Firman Tuhan dengan jelas sudah berbicara kepada kita. Dan ini Tuhan buktikan.      
Apa yang Ps. Park lihat? Di sana dia dibawa ke 3 tempat untuk melihat:     
– Yang pertama dia dibawa ke tempat anak-anak, indahnya bukan main. Anak-anak itu ditempatkan di sebuah kebun yang tidak dapat dia tuliskan betapa indahnya kebun itu.     
– Yang kedua dia diperlihatkan orang-orang Kristen, ada yang pendeta, penatua dan jemaat yang mendapat rumah satu persatu. Rumahnya ada yang besar dan ada yang sedang, tetapi mereka semua senang sekali.     
– Yang ketiga dia dibawa ke tempat yang jauh dari situ di mana dia berjalan cukup jauh dan        malaikat berkata bahwa dia akan melihat rumah.     
Namun sesampainya di sana dia heran, “Mana rumahnya?” karena tidak melihat rumah-rumah, melainkan hanya melihat gudang-gudang. Lalu dia diberitahu oleh malaikat yang mengantarnya, “Ini adalah bagian tempat pendeta yang sebelah sini, dan di sebelah sana untuk para pemimpin. Aku akan mengajak kamu ke tempat pendeta, ya.” Kemudian dia dibawa masuk, lalu apa yang dilihatnya? Dia melihat gudang yang dia katakan ‘seperti kandang ayam’cuma isinya jiwa-jiwa. Di sana dia kaget, “Loh ini pendeta yang menjadi ikon di Korea mengapa ada di sini?” Dan mereka yang ada di sana mukanya suram dan pakaiannya juga suram. Kemudian dia berkata, “Untung masih masuk sorga, tetapi kalau saya jika disuruh memilih maka saya akan memilih tempat yang tadi, yang ada rumah-rumahnya itu!” Di kandang ayam itu adalah tempat orang-orang Kristen yang masuk sorga dengan perasaan malu.      
Dalam 1 Korintus 3 dikatakan bahwa kita membangun tubuh kita, artinya membangun kehidupan kita dengan dasar Tuhan Yesus karena kita percaya. Masalahnya sekarang, dengan bahan apa kita membangunnya? Dengan emas, perak dan batu permata atau dengan kayu, rumput kering atau jerami? Semuanya akan terbukti pada waktu diuji dengan api. Jadi kalau terbakar maka bahannya adalah kayu, rumput kering atau jerami. Selamat sih selamat, tetapi seperti keluar dari dalam api. Itulah orang-orang yang ada di dalam kandang ayam tadi. Tetapi yang membangun dengan dasar emas, perak dan batu permata itu akan mendapat upah dari Tuhan, yaitu rumah-rumah. Saya mau bertanya, Saudara mau tinggal di mana, mau di rumah atau kandang ayam?      
Untuk itu ada syaratnya. Mereka yang tinggal di ‘kandang ayam’ karena mereka tidak pernah mengirimkan bahannya. Kepadanya diberitahu kalau mau membangun rumah maka bahannya  adalah berapa lama kamu gunakan waktu dalam hidupmu untuk:     
1.  Memuji dan menyembah Tuhan     
2.  Berdoa     
3.  Membaca Firman Tuhan     
4.  Menginjil kepada orang lain     
5.  Membawa persembahan kepada Tuhan yang berupa uang atau jiwa-jiwa     
6.  Seberapa taat memberikan perpuluhan dengan benar     
7.  Melayani pekerjaan Tuhan     
Itulah bahan-bahan untuk membangun rumah tadi; kalau tidak, akan tinggal di ‘kandang ayam’ seperti itu. Jangan seperti pendeta yang menjadi ikon di Korea itu yang akhirnya tinggal di ‘kandang ayam.’ Itu adalah upah!      
Kemudian Ps. Park Yong Gyu penasaran, “Apakah saya boleh melihat rumah saya?”, tetapi malaikat itu berkata, “Oh tidak boleh, sebab kamu belum mati. Memang sekarang kamu sudah mati, namun kamu akan dikembalikan ke bumi”. Tetapi karena dia terus memaksa akhirnya diperlihatkan juga. Saya percaya, yang diperlihatkan kepadanya menjadi pelajaran buat kita. Ketika diperlihatkan dia sangat kaget karena rumahnya masih pondasi. Dia bertanya,“Bagaimana mungkin hanya masih pondasi? Saya kan sudah mengirim bahan-bahannya. Pada waktu itu saya menjual rumah saya untuk gereja, saya penulis terkenal malah salah satu buku saya menjadi best seller dan saya gunakan hasilnya untuk membangun sekolah Alkitab yang menghasilkan 240 pendeta. Saya juga memberikan beasiswa kepada 400 anak-anak yang kurang mampu. Saya membuatkan rumah bagi janda-janda miskin dan sengsara. Itu bagaimana?”.Malaikat itu menjawab, “Itu semua tidak layak untuk dijadikan bahan baku, sebab semua yang kamu lakukan itu untuk popularitas kamu sendiri. Pada waktu kamu memberikan itu, kamu sebarkan beritanya kemana-mana bukan? Bukankah semua orang menjadi tahu? Kamu telah menerima penghormatan seperti itu sehingga itu tidak menjadikan bahan untuk membuat rumah.” Dia pun terdiam.       
Saudara, ketika saya mendengar kesaksian ini saya baru mengerti kenapa Tuhan Yesus berkata seperti ini, “Kalau tangan kananmu memberi, biarlah itu tidak diketahui tangan kirimu.” Itulah maksudnya! Sekarang ini memang menjadi trend di mana kalau ada orang yang mau memberikan sesuatu, lalu ramai-ramai memanggil TV untuk di shooting dan diberitakan kemana-mana supaya kelihatan bahwa dia baik hati. Itu tidak akan menjadi bahan untuk membuat rumah di sana. Terus-terang ketika membaca kesaksian ini, semua saya kembalikan kepada diri saya. Saya akan koreksi diri supaya jangan sampai apa yang kita lakukan ternyata sampai di sana membuat kita hanya melongo karena kita tidak mendapat apa-apa. Sepertinya kita sudah melakukan sesuatu yang luar biasa di sini, padahal di sana tidak ada apa-apa! Untung kalau masih masuk sorga, tetapi kalau masuk ke tempat yang satunya (neraka) bagaimana?       Saudara, Firman Tuhan yang seperti ini diperlukan oleh jemaat Tuhan hari-hari ini. Sebab kalau Firman Tuhan tidak seperti ini, tidak mungkin menjadikan seseorang mempelai Kristus atau entering the next level. Kalau diberitakan, “Tidak apa-apa, lakukan apa saja. Pokoknya kamu pasti masuk sorga!” Saya mau beritahu bahwa yang seperti itu akan membawa Saudara masuk neraka! Park Yong Gyu berkata, “Dulu banyak orang yang berkata bahwa kalau sudah percaya Yesus, sudah menjadi orang Kristen bisa melakukan apapun sekehendak hatinya, ternyata saya melihat bahwa mereka yang seperti itu ada di neraka!” Saya berdoa supaya setiap Saudara yang mendengar Firman Tuhan hari ini, semuanya bersiap-siap untuk masuk sorga dan Tuhan janjikan selama kita masih ada di dalam dunia ini mengalami, tahun 2015 tahun pelipatgandaan mujizat. Haleluya!

Category

%d bloggers like this: