HEAVENOUS

Hal-Hal Yang Tuhan Cela

Posted on: May 24, 2015

Shalom! Sebagai pengikut Kristus tentunya kita ingin agar apa yang kita lakukan bagi Tuhan pada akhirnya tidak dicela, karenanya kita harus belajar begitu rupa agar pekerjaan kita tidak ‘ditolak’ Tuhan. Markus 16:14 berkata “Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.” Orang-orang yang dicela Yesus ini adalah murid-murid-Nya sendiri, yang mana mereka adalah orang-orang terdekat Yesus selama hidup di bumi. Hal-hal yang dicela Tuhan Yesus, yaitu ketidakpercayaan dan kedegilan hati para murid-Nya yang meskipun telah banyak diajar namun tetap tidak berubah, hal ini disebabkan karena Firman Tuhan tidak mengakar dalam hati kita. Ketika kita degil hati, kita sedang membuka celah untuk Tuhan  mencela kita. Jadi, kita harus berusaha menyingkirkan ketidakpercayaan dalam hati kita dan berhenti untuk degil hati. Kata yang digunakan Tuhan Yesus ketika mencela muridnya atas ketidakpercayaan mereka yaitu ‘apistia’ yang berarti percaya tetapi tidak setia (tidak konsisten) karena kepercayaan kita hanya berdasarkan mood/keadaan. Suasana hati (mood) hendaknya tidak mempengaruhi kepercayaan kita kepada Tuhan sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah dalam setiap aspek kehidupan. Hal yang harus kita bangun dalam diri kita yaitu tetap percaya kepada Tuhan baik ketika Tuhan menjawab doa kita maupun ketika tidak menjawab doa. Hal inilah yang mutlak harus kita miliki, yaitu iman yang konsisten. Selanjutnya, Yesus mencela murid-murid-Nya atas kedegilan hati mereka yang mana menggunakan kata ‘sklerokardia’, yaitu miskin persepsi tentang Tuhan sehingga memiliki hati yang terbiasa menyerang Tuhan dan dengan gampang berbicara kurang ajar tentang Tuhan. Maleakhi 3:13-14 berkata “Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?” Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?” Cara terbaik agar tidak menjadi degil hati adalah memperkaya persepsi kita tentang Allah melalui pembelajaran akan Firman-Nya sehingga semakin hari kita akan semakin mengenal Allah dan tidak mudah mencela Allah. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang berkuasa menopang seluruh alam semesta. Maka putuskanlah untuk mengejar Tuhan, miliki rasa haus dan lapar akan Firman-Nya dan berusaha mengenal Dia sehingga konsistensi kepercayaan kita kepada Tuhan akan muncul secara natural. Hal yang menjadi penyebab ketidakpercayaan umat Tuhan adalah karena tidak ada pengenalan akan Tuhan. Tuhan tak mungkin melalaikan janji-Nya, yang menyebabkan kita tidak menerima janji Tuhan adalah ketidakpercayaan dan kedegilan hati kita. Jadi, hal terutama yang harus kita doakan akhir-akhir ini adalah meminta agar Tuhan menyingkapkan Diri-Nya kepada kita. Ketika kita mengeluhkan keadaan, berarti kita tidak mengenal siapa Allah yang kita sembah. Ketika kita mengenal siapa Allah yang kita sembah, tentulah kita akan menjaga setiap perkataan kita di hadapan Allah. Wahyu 2:4 berkata “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Tuhan Yesus adalah Allah yang kesukaannya mencermati bagaimana kita menjalani kehidupan secara detail dan berkomunikasi dengan kita secara pribadi. Tuhan mencela kita bukan dengan tujuan agar kita ‘jatuh’ tetapi dengan tujuan agar kita mengetahui jalan kebenaran dan semakin sempurna di hadapan-Nya. Kasih yang semula kepada Tuhan dari terjemahan aslinya tertulis ‘the very first day’, itulah pertemuan hari pertama kita dengan kebenaran Firman Allah yang memerdekakan kita, tidak berkaitan dengan perasaan emosi kita ketika itu. Kisah Rasul 19:8-10 berkata “Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.”  Ketika kita hanya ‘mengkhotbahkan’ Firman Tuhan tetapi tidak menjadi pelaku Firman, inilah tandanya bahwa kita telah kehilangan kasih mula-mula. Jadi, artinya ‘the very first love’ (kasih mula-mula) adalah duduk diam memberi diri untuk diajar tentang Firman Tuhan (berakar, dimuridkan, ditegur, dinasehati), menjadi pelaku Firman dan menyebarkan Firman kepada banyak orang (memuridkan) sehingga orang lain tidak hanya mendengar Firman yang kita ucapkan saja tetapi melihat buah Firman Tuhan tersebut dalam diri kita. Filipi 1:21-22 berkata “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Jika kita tidak menghidupi ayat ini, berarti kita telah kehilangan kasih mula-mula kepada Tuhan dan sedang menuju kepada kejatuhan hidup yang terdalam. Buah dalam hal ini berarti keteladanan kehidupan, itulah first love – berusaha menjaga kualitas kehidupan untuk tetap memberi teladan Kristus kepada banyak orang sehingga mereka pun hidupnya terbangun/terberkati. 1 Korintus 11:1 berkata “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” Tidak ada seorangpun bisa melihat Tuhan, yang bisa dilihat hanya murid-murid Tuhan. Jadi, sebagai pelayan Tuhan jangan pernah lagi berkata ‘jangan lihat saya, saya hanya manusia biasa – lihat saja Tuhan’. Orang lain harus melihat Kristus melalui kualitas kehidupan kita, agar setelah memberitakan Injil jangan kita sendiri ditolak. Kita harus mempertahankan kualitas ‘the very first love’ kita kepada Allah sehingga kita tidak jatuh. Wahyu 2:20-23 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. Tuhan mencela seseorang ketika terpengaruh (membiarkan diri menerima) spirit pengajaran sesat (spirit izebel) dan melanggar kebenaran yang Tuhan ajarkan kepada kita (berzinah – menyembah berhala). Orang-orang Kristen zaman sekarang banyak terpengaruh hal-hal tidak benar ketika tidak “mencerna” semua pengajaran yang telah diterimanya. Jadi kita harus menjadi orang Kriaten yang terbiasa merenungkan Firman Allah agar tidak mudah disesatkan. Jangan biarkan diri kita “dimanipulasi” oleh para penyesat melalui Firman Tuhan. Kita harus belajar Firman Tuhan dengan benar dan mengenalnya pada proporsi yang sebenarnya, berdiri pada pondasi kehidupan yang benar.

Category

%d bloggers like this: