HEAVENOUS

Roh Kudus

Posted on: May 20, 2015

Shalom! Hari kenaikan Tuhan Yesus dijadikan hari libur nasional hanya di Indonesia. Hal ini berarti pemerintah Indonesia saja menghargai hal tersebut, terlebih lagi kita seharusnya. Kita memiliki Roh Kudus tetapi sebagian besar dari kita tidak begitu menyadari ‘manfaatnya’ bagi kita. Sebenarnya, tanpa Roh Kudus, kita tak mungkin bertahan hidup. Yohanes 16:7,8,13 berkata “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Dalam Bahasa Yunani, Roh Kudus tertulis “parakletos” yang berarti dipanggil untuk mendampingi, menolong, menasehati, dan membukakan kepada kita apa yang salah dan benar. Roh Kudus diberikan secara gratis tanpa kita harus melakukan ritual-ritual tertentu untuk mendapatkannya. Roh Kudus kita terima sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, tetapi harus kita ‘aktifkan’ keberadaannya agar Ia berkuasa dalam diri kita. Roh Kudus adalah Roh yang lemah lembut dan tak pernah memaksakan kehendak-Nya kepada kita. Semakin kita membiarkan-Nya mengalir bekerja dalam diri kita, semakin besarlah kuasa-Nya di dalam kita. Alangkah sombongnya kita jika kita mengatakan bahwa kita dapat hidup tanpa Roh Kudus. Kita tak mungkin bisa mengendalikan diri kita tanpa Roh Kudus yang memperingatkan kita akan kesalahan yang telah diperbuat. Sedangkan roh jahat pasti bersifat memaksa kita agar melakukan dosa. Jadi, hanya orang yang penuh Roh Kuduslah yang sanggup bertahan sampai akhir hingga masuk surga pada akhir hidupnya. Efesus 2:8 berkata “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” Kehidupan kekristenan yang semakin bertumbuh itulah yang hendaknya menjadi kerinduan kita. Hendaklah hidup kita menghasilkan buah pertobatan, buah Roh dan buah jiwa-jiwa bagi Tuhan. Hidup dalam kekudusan adalah gaya hidup orang Kristen di akhir zaman. Kudus berarti dipisahkan dari dunia. Kekudusan kita adalah kunci bagi Roh Kudus agar berkarya secara tak terbatas dalam diri kita. Lalu, bagaimana agar kita bisa hidup dalam kekudusan? Matius 5:20 berkata “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Jika kita tidak bisa berkomitmen kepada Kristus seperti orang-orang yang tak mengenal Tuhan komitmen kepada tuhannya, maka kita tidak mungkin masuk surga. Komitmen kekristenan adalah kerelaan untuk mengikatkan diri kepada Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya tanpa kompromi. Kita tidak boleh “memilih-milih” masalah untuk diselesaikan oleh Tuhan atau tidak. Dalam hal sekecil apapun, hendaklah kita selalu mengandalkan Tuhan, bukan hanya saat mengalami masalah besar saja. Hanya nama Tuhan Yesus yang berkuasa atas segala hal (baik besar maupun kecil) dan sanggup membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan. Kita harus mengaktifkan Roh Kudus untuk melakukan apa yang kita perlukan. Hanya Dialah yang sanggup melakukan lebih dari yang kita doakan atau pikirkan. Jangan sampai mujizat hanya menjadi ‘kesaksian orang lain’ bagi kita, tetapi marilah kita pun alami mujizat tersebut! Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Wahyu 22:11 berkata “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”” Kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin singkat dan hanya mempelai wanita yang dewasalah yang akan mengalami pengangkatan. Kita bait Roh Kudus, dan Roh Kudus ada dalam diri kita, itulah yang membuat hidup kita bernilai bagaimanapun keadaan hidup kita. Manusia melihat sebatas mata, tetapi Tuhan melihat hati. kita harus mempertanggungjawabkan kekudusan diri kita kepada Tuhan dan terus-menerus haus untuk kepenuhan Roh Kudus. Kita tak mungkin bisa bertahan hidup di akhir zaman yang semakin jahat ini tanpa Roh Kudus. Kita harus menyembah dalam Roh dan kebenaran, bukan hanya sebatas tubuh dan jiwa karena Tuhan sangat merindukan itu. Hari-hari ini adalah Pentakosta ke 3, kita harus turut dipenuhi oleh Roh Kudus, jangan sampai kehilangan moment ini. Kita hanya akan lakukan kesalahan jika kita berjalan menurut keinginan diri sendiri, karenanya kita harus hidup menurut tuntunan Roh Kudus. Ketika Tuhan datang kelak, adakah kita masih hidup kudus dan memiliki kasih mula-mula? Kita perlu Roh Kudus agar kehidupan kita senantiasa menjadi berkat.

Tags:

Category

%d bloggers like this: