HEAVENOUS

Kuasa Pengakuan Iman

Posted on: May 20, 2015

Shalom! Markus 11:23-24 berkata “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” ‘Gunung’ yang dimaksud dalam ayat tersebut bukanlah gunung dalam artian sesungguhnya, melainkan ‘gunung’ (masalah) dalam kehidupan kita. Yang Tuhan kehendaki dari ayat ini adalah ‘confession brings possession’ (pengakuan perkataan kita menghasilkan suatu kepemilikan). Hal ini berkaitan dengan iman, dan kita tidak bisa pura-pura beriman ataupun tiba-tiba mengklaim sesuatu menjadi milik kita. Tuhan tidak pernah memaksakan kehendak-Nya atas perasaan seseorang. Iman muncul dari memperkatakan dan mendengar Firman Tuhan. Pewahyuan/hikmat Tuhan takkan muncul dalam sekejap melainkan sebuah proses yang mana memerlukan rasa keingintahuan dari diri kita sendiri dan merenungkannya. Iman dan hikmat Tuhan tidak muncul dari sekedar mendengar Firman Tuhan, tetapi dari memperkatakan, mendengar, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan dengan ketaatan (menjadi pelaku Firman Tuhan). Hidup kita akan terus bertumbuh sesuai panggilan Tuhan ketika kita taat menjalankan Firman Tuhan. Pengakuan iman kita membawa berkat bagi hidup kita, sebab ada kuasa dalam perkataan kita. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya. Perkataan kita memiliki kuasa, baik itu memberkati maupun mengutuk. Perkataan kita menentukan masa depan kehidupan kita, apakah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Tetapi kuasa tersebut bukan untuk menggenapi semua keinginan kita (misal menginginkan sesuatu barang milik orang lain, atau pun memiliki seluruh dunia). Kuasa tersebut hendaknya digunakan untuk menghalau ‘gunung/masalah kehidupan’ kita. Perkataan kita berkuasa untuk membalikan kutuk menjadi berkat ketika memperkatakan pengakuan iman sesuai Firman Tuhan. Karenanya kita harus mempelajari Firman Tuhan dan memahami betul apa yang dimaksud oleh Firman tersebut. Intinya, iman muncul dari sebuah ketaatan melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar mendengar Firman Tuhan. Setiap tindakan ketaatan kepada Tuhan akan memberikan suatu upah, inilah level selanjutnya yaitu ketika kita hidup bukan berdasarkan logika manusia tetapi iman akan Firman Tuhan. Pelipatgandaan mujizat kita alami bukan karena kehebatan kita, tetapi karena ketaatan kita melakukan Firman Tuhan. ‘Gunung/masalah kehidupan’ kita mungkin membuat kita kuatir, tetapi kuatir menunjukan bahwa kita tidak beriman kepada Tuhan. Kita harus masuk dalam satu level kehidupan yang menghadapi kehidupan tanpa kuatir karena kita beriman kepada Tuhan. Ini saatnya untuk kita bangkit dan menjadi pemenang bersama Yesus! Iman kita akan semakin bertambah langkah demi langkah seiring dengan ketaatan kita dalam melakukan Firman Tuhan meski hal tersebut tak logis. Mungkin sebagian orang mulai tak menyukai kita ketika kita taat melakukan Firman Tuhan, tetapi tetaplah taat kepada Tuhan sebab ketaatan kepada-Nya lebih penting dibanding apapun. Hidup dalam iman adalah satu-satunya tindakan yang menyenangkan hati-Nya.

Category

%d bloggers like this: