HEAVENOUS

Hukum Kasih & Hukum Tabur Tuai

Posted on: April 21, 2015

Shalom!
HUKUM KASIH
Matius 22:36-40 berkata “”Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”” Adalah sebuah kebohongan jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan tetapi membenci sesama manusia, karena mengasihi sesama manusia adalah bukti dari kita mengasihi Tuhan. “Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”” (Lukas 10:27-28)
1) Kasih memberikan kehidupan. Dengan mengasihi, nama kita tercatat di Buku Kehidupan di surga. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Kasih itu tulus, tidak membeda-bedakan orang lain berdasarkan kasta atau apapun.
2) Kasih menutupi banyak dosa. 1 Petrus 4:8 berkata “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” Tidak ada hal yang bisa membuat Allah bersatu dengan dosa karena dosa berarti perseteruan dengan Allah. “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.” (Lukas 23:34) Pengampunan Tuhan menutupi dosa kita. “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”” (Matius 6:14-15) Tidak menghiraukan (cuek) terhadap perkataan kasar orang lain saja tidak cukup, tetapi kita harus juga mengampuninya. Hari-hari ini kita harus meningkatkan pengertian akan kebenaran Firman Tuhan lebih lagi, lebih dari hari-hari yang lalu. Jika kita tidak mengampuni, kita rugi dalam banyak hal.
3) Kasih memberikan kekuatan untuk mengalahkan dunia. “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1 Yohanes 5:4-5) “”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yohanes 15:9-10) Allah adalah kasih karenanya kita harus selalu tinggal di dalam kasih Kristus bagaimanapun keadaannya, bukan sewaktu-waktu. Sekarang kita harus menjadi orang Kristen sejati yang sungguh-sungguh mengenal Kristus, bukan Kristen biasa-biasa lagi.
HUKUM TABUR TUAI
Kejadian 8:22 berkata “Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”” Yang akan kita tuai akan lebih besar jumlahnya dibandingkan apa yang akan kita tabur. “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:7-9) Tuhan menetapkan suatu standar dalam hukum tabur tuai ini, yaitu bertahan sampai akhir untuk menabur yang baik. Janganlah menjadi kecewa dan berhenti menabur ketika sesuatu terjadi tidak sesuai harapan kita, karena pasti kita tidak akan menuai hasilnya dengan maksimal. Kita tidak akan menuai apa yang tidak kita tabur. Berbahagialah jika kita telah menabur sesuatu yang baik, berarti kita akan mengalami pelipatgandaan mujizat. Dalam bahasa aslinya, kata ‘menabur’ berarti ‘menyebarkan’ (memperpanjang). Hal ini berarti, ketika kita tak henti-henti menabur berkat maka kita akan memperpanjang berkat yang lebih banyak bagi hidup kita sendiri. Jangan lewatkan setiap kesempatan untuk menabur! Yohanes 3:6 berkata “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Perkataan kita berkuasa menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, karenanya perkatakanlah hal yang baik. Perkataan kita berkuasa mengubah segala kemustahilan menjadi mujizat. Jangan ada perkataan kutuk, tetapi perkatakanlah berkat sehingga berkat menghampiri hidup kita.

Category

%d bloggers like this: