HEAVENOUS

Fase Panggilan Allah

Posted on: April 21, 2015

Shalom!
Matius 20:1-8 berkata “”Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.”
Tujuan Tuhan menampakan diri setelah kematian-Nya adalah untuk menguatkan iman murid-murid-Nya. Peristiwa 40 hari ini adalah peristiwa penting sebelum kenaikan Tuhan ke surga. Ketika melihat Tuhan Yesus disesah, seketika itu juga segala pengajaran yang telah diterima murid-murid-Nya ketika Yesus hidup hilang sehingga Yesus harus meyakinkan murid-murid-Nya akan kebenaran Firman-Nya melalui kebangkitan-Nya dari kematian. Filipi 2:5-7 berkata “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”
Makna fase panggilan Allah berdasarkan keterangan waktu dalam Matius 20:1-8, yaitu:
1) Pagi-pagi benar (jam 6 pagi). Hal ini merupakan karya Roh Kudus di zaman mula-mula. Pekerjaan Roh Kudus dalam seluruh Perjanjian Lama, yaitu bekerja pada seseorang dan berdampak maksimal hanya kepada keluarga intinya saja. Satu orang bertobat, maka seluruh isi rumah diselamatkan.
2) Kira-kira pukul 9 pagi. Hal ini merupakan karya Tuhan Yesus selama hidup-Nya di Yerusalem. Pekerjaan Roh Kudus terjadi di upper room dan dialami oleh 120 orang murid Yesus. Sejak Pentakosta pertama ini, Roh Kudus diam dalam diri kita sehingga seseorang yang memiliki Roh Kudus dapat berdampak kepada keluarga besarnya.
3) Kira-kira pukul 12. Yohanes 4:5-6 berkata “Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.” Wanita Samaria yang berdosa ini berubah hidupnya ketika ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus sehingga karya Roh Kudus dalam dirinya berdampak pada keselamatan seluruh kota. “Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”” (Yohanes 4:39)
4) Pukul 3 petang. Dalam hal ini, karya Roh Kudus berdampak bagi tuaian yang besar bagi bangsa lain. Kisah Rasul 10:3 berkata “Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!”” Kisah Rasul 19:10 berkata “Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Inilah awal dari Pentakosta kedua dan tentunya penuaian bagi bangsa-bangsa harus dimulai dari diri kita sendiri, yaitu ketika kita dikaruniai Bahasa Roh. Bahasa Roh ini merupakan komunikasi kita dengan Bapa di surga.
5) Kira-kira pukul 5 petang (1 jam sebelum Matahari terbenam/berganti malam – karena malam hari adalah saatnya kuasa kegelapan bekerja). Fase ini merupakan waktu yang kritis karena saatnya penuaian jiwa besar-besaran terjadi, yang juga merupakan penuaian jiwa yang terakhir. Inilah Pentakosta ketiga, yaitu hari-hari ini. Ini adalah tugas kita. Tidak ada waktu lagi, karenanya kita harus semakin giat diantara orang-orang yang bersiap ingin berhenti melakukan tugas ini. Tak ada kesempatan bagi orang-orang yang sering menunda waktu. Waktu itu segera tiba, kita harus bersiap-siap untuk rapture! Hanya Roh Kudus-lah yang memampukan kita untuk itu.

Category

%d bloggers like this: