HEAVENOUS

Bersinergi Dengan Tuhan

Posted on: March 31, 2015

Shalom!  Hal yang paling menyenangkan hati Tuhan adalah ketika kita bisa bersinergi dengan Tuhan. Tahun ini adalah tahun pelipatgandaan mujizat. Kita menyadari bahwa ketika kita membutuhkan mujizat, itu adalah karena kita sedang dalam goncangan. Dalam Kitab Kejadian, Allah menciptakan alam semesta tanpa bantuan siapapun, inilah kebenaran yang harus kita yakini yaitu bahwa Allah Maha Kuasa, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Begitu banyak tokoh-tokoh Alkitab yang menjadi contoh bagi kita untuk tetap percaya kepada Tuhan di tengah goncangan. Mujizat terjadi dalam hidup para tokoh Alkitab tersebut ketika mereka hidup bersinergi dengan Tuhan, yaitu berjalan sesuai tuntunan Tuhan. Mujizat masih ada! Mujizat itu terjadi ketika Allah berfirman memberikan tuntunan-Nya dan kita sebagai manusia mau mendengarkan serta melakukan tuntunan tersebut. Ketaatan adalah modal kita untuk bekerjasama dengan Tuhan dalam mendatangkan mujizat, meskipun dalam banyak hal Tuhan sanggup melakukannya sendiri. Ketika Allah menghendaki kita untuk ikut serta dalam mendatangkan mujizat, berarti Allah menghormati kita maka pastikanlah bahwa kita bukan orang yang menghalangi Tuhan dalam menyatakan mujizat-Nya. “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23b) Roma 12:2 berkata “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Hal pertama yang harus berubah dalam diri kita agar tidak menjadi penghalang Tuhan dalam menyatakan mujizat-Nya, yaitu roh kita karena Roh Allah bersatu dalam diri kita. Hal berikutnya yang harus kita ubah adalah pikiran kita. Pikiran kita harus seturut dengan pikiran Kristus, yaitu percaya akan setiap janji-Nya meskipun hal tersebut mustahil. Kita harus memperbaharui pikiran kita: tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang percaya! Banyak mujizat (hal-hal diluar logika) terjadi ketika pikiran kita diperbaharui seturut pikiran Kristus. Iman kita bertumbuh ketika kita konsisten membaca Firman Tuhan dan sedang dalam pergumulan. Ketika kita memiliki pengharapan, hal itu seperti kita datang kepada Tuhan dengan membawa sebuah ruangan kosong. Iman bekerja seturut dengan pengharapan, dan Tuhanlah yang akan mengisi ruang kosong pengharapan tersebut hingga penuh sehingga kita bersemangat hidup. Tetapi, hal yang menentukan besar/kecilnya iman kita tergantung dari pola pikir kita. Mari kita perbaharui pikiran kita dengan memasukan sistem yang baru, yaitu nilai-nilai Firman Tuhan. Ketika kita memperbaharui pikiran kita, berarti kita sedang memperbesar kapasitas kerohanian kita. Jika kita tidak memperbaharui pikiran kita berarti kita sedang membatasi hal-hal terbaik dari surga masuk dalam kehidupan kita. Kita harus membaca Alkitab setiap hari meskipun tidak mengerti, karena Roh dan pikiran kita harus diperbaharui dengan ‘roti kehidupan’ agar terus bertumbuh dan menggantikan semua paradigma yang salah dalam hidup kita dengan paradigma yang benar. Setelah itu kita harus mendisiplinkan pikiran kita. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8) Fakta/kenyataan hidup seringkali menghalangi pikiran kita untuk percaya akan Firman Tuhan. Ketika kita hidup beriman, sebenarnya Tuhan sedang mengajar kita untuk hidup bersandar kepada-Nya bagaimanapun realita kehidupan yang kita lihat. Kita bisa melihat fakta sebentar, kemudian fokus kepada Tuhan dan terus pegang janji-Nya bahwa mujizat masih ada. “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Korintus 5:7) Amsal 4:23 berkata “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Kehidupan memerlukan hati, membangun hubungan dengan Tuhan pun memerlukan hati. Jika kita ingin melihat masa depan yang baik, pastikan hati kita beres di hadapan Tuhan. (Kolose 3:15) Terjemahan lain mengatakan “Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu.” Mari siapkan diri kita untuk mengalami mujizat Tuhan juga menjadi saluran mujizat-Nya bagi orang lain!

Category

%d bloggers like this: