HEAVENOUS

Bagaimana Cara Tuhan Mengajar Seorang Yang Seperti Bileam

Posted on: March 29, 2015

Bileam adalah salah satu nabi Allah, tetapi ia berasal dari Mesopotamia dan tidak tinggal di Israel. Bilangan 22:12-20  Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: “Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati.” Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: “Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami.” Tetapi Balak mengutus pula pemuka-pemuka lebih banyak dan lebih terhormat dari yang pertama. Setelah mereka sampai kepada Bileam, berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Balak bin Zipor: Janganlah biarkan dirimu terhalang-halang untuk datang kepadaku,
sebab aku akan memberi upahmu sangat banyak, dan apa pun yang kauminta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Datanglah, dan serapahlah bangsa itu bagiku.” Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: “Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku. Oleh sebab itu, baiklah kamu pun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: “Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.” Bileam menyembah Yehovah (Allah atas bangsa Israel) tetapi ia diperintahkan Balak untuk mengutuk Israel. Bileam memang peka akan suara Tuhan tetapi dalam hatinya, ia berniat untuk bernegosiasi dengan Tuhan setelah ditawarkan sebuah pemberian yang mewah oleh Balak. Bilangan 22:22  Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. Tuhan melihat hati kita, kita tak mungkin dapat membohongi Tuhan. Ketika kita bertanya kepada Tuhan, tunggulah sampai Tuhan menjawab, jangan langsung ambil tindakan sendiri. Tiga hal yang Tuhan lakukan untuk mengajar orang-orang seperti Bileam yang hati dan perkataannya tidak sesuai, yaitu:
1) Bilangan 22:23  Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan. Ini adalah tempat dataran yang sangat luas dan tidak ada dinamika dalam kehidupannya, yaitu hanya stagnasi yang ada. Ketika hal ini terjadi, segeralah berdiam diri dan mencari Tuhan karena mungkin saja apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
2) Bilangan 22:24-25  Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah. Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula. Ketika kita masih tidak berbalik dari jalan kita yang jahat, maka Tuhan akan menimpa kita dengan kesakitan agar kita bertobat.
3) Bilangan 22:26-27  Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat. Terakhir, jika kita tetap bersikeras dengan kehendak kita yang berlawanan dengan kehendak Tuhan, Tuhan akan menekan kita sampai tidak memiliki jalan keluar. Kerendahan hati adalah titik awal pemulihan hidup kita kepada Tuhan, satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah menyerah kepada Tuhan tanpa menyalahkan siapapun.

Category

%d bloggers like this: