HEAVENOUS

Berjalan Dalam Kuasa Menghadapi Tahun Double Blessing

Posted on: February 23, 2015

Efesus 3:20 “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”
Shalom! Kita harus berjalan dalam kuasa Tuhan, bukan saja sekedar berjalan dalam berkat Tuhan. “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Korintus 2:9) 1 Raja-Raja 19:19 berkata “Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.” Jubah berbicara mengenai sebuah ‘status’ (prestige) pada saat itu. Ketika kita belum menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita, kita bukanlah siapa-siapa. Setelah kita menerima-Nya dalam hati kita, barulah kita lahir baru…kita menerima ‘status’ tetapi kebanyakan dari kita masih belum ‘maksimal’ menjalani kehidupan yang penuh berkat bersama Tuhan. Kejadian 4:16 berkata “Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.” Cain left the presence of God (MSG), kata ‘presence of God’ arti dalam bahasa aslinya adalah ‘menjadi tertuduh’. Ketika kita merasa tertuduh dan tidak layak di hadapan Tuhan, berarti kita sedang jauh dari hadirat Tuhan. Satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah kembali masuk dalam hadirat Tuhan. 2 Raja-Raja 2:12-14 berkata “Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan. Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan. Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.” Bagaimana agar kita menjadi seperti Elisa yang berjalan dalam kuasa Elia seperti yang dimintanya dalam 2 Raja-Raja 2:9-10 “Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.” [double blessing] Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”” Jaga perkataan. 2 Raja-Raja 2:5 berkata “Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!” [be silent]” Kita harus menjaga perkataan kita agar kita menjaga perdamaian dengan semua orang. Tahun ini, akan semakin banyak perkataan-perkataan orang lain yang tidak mengenakan kita namun yang terpenting adalah bagaimana sikap kita menghadapinya. Kita harus berhati-hati dengan perkataan kita agar tidak ‘terlanjur menyakiti’ orang lain. Jaga komitmen. 2 Raja-Raja 2:6 berkata “Berkatalah Elia kepadanya: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya.” Kebaikan hidup yang kita alami sekarang semata-mata hanya karena anugerah Tuhan, bukan karena kebaikan kita. Namun, jangan anggap hal tersebut ‘biasa’ sehingga kita menganggap hubungan dengan Tuhan ‘terlalu biasa’. Tahun ini, kita harus perbaiki komitmen kita kepada Tuhan. Introspeksi dirilah dan perhatikan komitmen kita yang dulu pernah kita ucapkan kepada Tuhan. Kita harus mempertahankan komitmen kita kepada Tuhan. Berani bayar harga: berani diberkati berarti berani diproses. 2 Raja-Raja 2:7 berkata “Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.” Multiplikasi mujizat diiringi dengan multiplikasi goncangan juga, semua orang terkena goncangan. Hal yang membedakan umat Tuhan dan yang bukan hanyalah sikap mereka dalam menghadapi goncangan, dimana goncangan bagi umat Tuhan pasti akan membuat kita semakin intim dengan Tuhan sedangkan goncangan bagi orang yang tak percaya Tuhan pasti benar-benar malapetaka bagi yang mengalaminya. Kita harus sungguh-sungguh serius mengikuti Tuhan, tidak menyimpang sedikitpun. 1 Korintus 15:45-47 “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.” Tanpa Tuhan, hidup kita akan binasa. Sekarang, apakah kita menghidupi manusia Roh kita atau manusia daging?

Category

%d bloggers like this: