HEAVENOUS

Dipilih Untuk Menyembah

Posted on: January 11, 2015

Yohanes 4:22

“Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.”

Shalom!

Melalui kisah wanita Samaria, kita mengetahui bahwa Tuhan mengubah seseorang yang begitu ‘kotor’ hidupnya menjadi seorang yang memberitakan kabar baik dan memberkati orang lain. Pujian dan penyembahan adalah bagian dari hidup kita sebagai ibadah kepada Tuhan, hal tersebut bukanlah sebuah pertunjukan tetapi lahir dari sebuah pengenalan akan Tuhan. Pada dasarnya, manusia menyembah sesuatu yang lebih kuat darinya karena manusia menyadari bahwa dirinya lemah; manusia beribadah kepada ‘allah’ yang membawa berkah bagi dirinya sesuai kebutuhannya; di sisi lain manusia beribadah karena rasa takut (terancam jika tidak menyembah sesuatu). Namun, sebagai gereja Tuhan…kita hanya menyembah Allah yang kita kenal tanpa alasan-alasan seperti yang manusia lain lakukan. Kekristenan adalah Allah yang mencari manusia, bukan manusia mencari Allah. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:” (1 Petrus 2:9)

Manusia binasa bukan hanya karena dosa saja. “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hosea 4:6) Siapa Allah yang kepada-Nya kita beribadah? Semakin kita mengenal-Nya, kita pasti akan semakin rindu menyembah-Nya. Mazmur 139:13 berkata “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.” Kejadian 2:7 berkata “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” 1 Korintus 3:16 berkata “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” Tuhan adalah Immanuel yang artinya Allah menyertai kita. Tuhan bersama kita sekarang, bukan saja dulu atau di masa depan saja. Sudahkah kita mengenal Roh Allah yang ada dalam diri kita? Ketika kita mengenal-Nya, kita akan masuk dalam dimensi penyembahan yang merubah kehidupan kita tanpa harus diatur-atur oleh orang lain tentang tata cara penyembahan. Kita mengasihi Tuhan karena Tuhan terlebih dulu mengasihi kita. Tuhan mengasihi kita tanpa syarat, Ia tetap mengasihi kita meskipun kita berdosa. Tuhan memutuskan untuk mengasihi kita bukan karena perbuatan-perbuatan baik kita, tetapi Ia memutuskan untuk mengasihi kita apa adanya. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Tuhan menebus kita bukan dengan barang-barang berharga menurut standar manusia, karena darah-Nya lebih mahal dari apapun yang ada di dunia ini. Kita begitu berharga di mata-Nya. Tuhan menebus dan mengangkat kita sebagai mempelai-Nya. Mempelai wanita itu merefleksikan gambaran Sang Mempelai Pria. Kita menyembah-Nya bukan karena kita ada di gereja karismatik, tetapi kita menyembah-Nya karena kita mengenal-Nya. Sewajarnyalah kita selalu ingin dekat dengan Allah jika kita mencintai-Nya. Kita memuji-Nya karena segala kebaikan-Nya yang telah Ia lakukan bahkan sebelum kita lahir ke dunia. Ibadah itu adalah ketika mempelai wanita bertemu dengan mempelai pria dan saling mencurahkan kasih satu sama lain. Dunia semakin mengalami ketidakpastian, namun apapun yang terjadi kasih Tuhan tidak pernah berubah bagi kita. Ketika kita hidup melekat dalam penyembahan kepada Tuhan, kasih-Nya selalu berlimpah atas kita. “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23) Iman lahir dari pendengaran akan Firman Kristus, ketika goncangan terjadi tetaplah berpegang kepada Firman-Nya.

Category

%d bloggers like this: