HEAVENOUS

Ayin Hey [Tahun 5775]

Posted on: January 11, 2015

Shalom!
Tuhan menurunkan diri-Nya melalui Anak supaya setiap manusia boleh menyaksikan kasih-Nya yang luar biasa di dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus. Kita memanggil Tuhan sebagai Bapa karena Ia memberikan apa yang kita butuhkan. Semakin kita mengenal-Nya, semakin kita mengalami-Nya, maka semakin kita percaya kepada-Nya dan semakin pula kita naik menjadi kepala dan bukan ekor. Angka 5 berarti grace dan angka 7 berarti Sabbath, jadi 5775 berarti grace, Sabbath, Sabbath, grace. Itu artinya di tahun 5775 hidup kita dikepung oleh kasih karunia Tuhan Yesus dan dijalani dengan Sabbath (bergantung sepenuhnya kepada Tuhan). Sabbath artinya ‘get really rest in God and God will give the best for us’ (beristirahat total di dalam Tuhan maka Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita). “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Filosofi hidup orang Ibrani: everything is about God (semuanya tentang Tuhan). Jika semua adalah bagian Tuhan, maka apa bagian kita? Kita harus mengenal identitas kita. Kata ‘saya’ dalam bahasa Ibrani adalah ‘aniy’ yang terdiri dari huruf-huruf Ibrani yang memiliki makna:
1) Elohim (Tuhan Maha Kuasa). Yohanes 15:4-7 berkata “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Jika Sang Pencipta kita hebat, maka pastilah  kita pun hebat jika kita melekat pada-Nya. Hal terutama yang seharusnya kita minta kepada Bapa adalah agar Ia tinggal di dalam kita. Inilah kemenangan hidup kita, yaitu ketika kita berjalan dengan Tuhan; hidup ini membutuhkan Allah Bapa yang adalah segalanya bagi kita. Ketika kita memiliki Tuhan, maka berkat yang lain pun akan mengejar kita. Percayalah Tuhan tidak pernah menolak kita, Ia tetap setia meskipun kita tidak setia.
2) Emunah (Iman). Iman adalah pemberian dari Tuhan maka bagian kita hanya tinggal menerimanya dengan percaya, itulah kasih karunia itu bahwa Tuhan sendiri masuk dalam hati kita bukan sekedar memberikan berkat materi biasa. Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus.
3) Yod (milik Tuhan). Mazmur 24:1 berkata “Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Segalanya dalam hidup kita (waktu, tubuh, talenta, harta, kemampuan dan semua aspek hidup kita) adalah milik Tuhan 100%. “Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” (Yohanes 3:27) Kita memiliki kesibukan masing-masing tetapi kita harus tetap memiliki Sabbath, karena berkat Tuhan yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya. Tuhan memberkati kita tanpa kita harus ‘menyusahkan diri sendiri’ sehingga kita masih bisa menikmati waktu-waktu yang berkualitas dengan keluarga kita. Roma 11 :35 berkata “Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?” Kita datang kepada Tuhan bukan karena ‘balas jasa’, tetapi karena ingin memberikan yang terbaik bagi-Nya. Orang Ibrani tidak pernah berkata ‘my house’ tetapi ‘there is a house to me’ sebab mereka memiliki filosofi hidup bahwa semuanya adalah dari Tuhan.    

Tags: ,

Category

%d bloggers like this: