HEAVENOUS

2015: Tahun Pelipatgandaan Mujizat

Posted on: January 11, 2015

Shalom!
Goncangan di tahun depan akan semakin dahsyat, namun kita harus percaya bahwa Tuhan akan melipatgandakan mujizat-Nya dalam hidup kita. Mujizat itu disaat manusia angkat tangan, namun Tuhan turun tangan. Tahun depan akan banyak terjadi hal-hal yang diluar kendali kita, di saat itulah kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Efesus 3:20 berkata “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” Kata ‘kuasa’ berasal dari kata ‘dunamis’ yang artinya keperkasaan, ketidakterbatasan. Ini artinya kita harus senantiasa intim dengan Tuhan dan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus dalam menjalani kehidupan. Kisah Rasul 2:21 berkata “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Barangsiapa yang memiliki keintiman dengan Tuhan, pasti akan peka dengan suara Tuhan. Efesus 3:19b berkata “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kita harus membuka diri kepada Roh Allah untuk memenuhi kehidupan kita. Lalu, bagaimana agar kita senantiasa kepenuhan Roh Kudus?
A. Miliki iman dan jangan menggunakan logika manusia. Efesus 3:17 berkata “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1) Seringkali pengalaman hidup dan kemampuan diri menggeser posisi iman kita kepada Tuhan. “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”” (Lukas 18:8) Iman akan semakin langka, hanya orang yang taat melakukan Firman Tuhanlah yang disebut orang beriman. Ibrani 6:19 berkata “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.” Melkisedek berarti Allah perkasa dan mampu melakukan segala sesuatu. Mujizat tak lepas dari iman. Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan hal itu diperhitungkan Allah sebagai kebenaran. Roma 15:4 berkata “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” Sewaktu kita membaca Alkitab, kita harus 100% yakin bahwa itu adalah Fiman Allah. Jangan biarkan sesuatu apapun menggeser keyakinan kita akan Firman Tuhan (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Kita harus waspada akan ragi orang Farisi (kemunafikan) dan ragi orang Saduki (tidak percaya akan kuasa Roh Kudus) agar iman kita tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berharaplah sepenuhnya kepada Tuhan! Lalu, dalam hal apa kita harus berjaga-jaga? Wahyu 16:15 berkata “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Pakaian berbicara tentang kehidupan kita sehari-hari, itulah ibadah yang sejati, bukan sekedar ibadah ketika kita ke geraja saja. “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat” (1 Korintus 10:6) Wahyu 19:8 berkata “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” Kita adalah orang-orang kudus, maka sepanjang kehidupan kita, kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang benar. Mazmur 34:13-15 berkata “Siapakah orang yang meny Shalom! Goncangan di tahun depan akan semakin dahsyat, namun kita harus percaya bahwa Tuhan akan melipatgandakan mujizat-Nya dalam hidup kita. Mujizat itu disaat manusia angkat tangan, namun Tuhan turun tangan. Tahun depan akan banyak terjadi hal-hal yang diluar kendali kita, di saat itulah kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Efesus 3:20 berkata “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” Kata ‘kuasa’ berasal dari kata ‘dunamis’ yang artinya keperkasaan, ketidakterbatasan. Ini artinya kita harus senantiasa intim dengan Tuhan dan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus dalam menjalani kehidupan. Kisah Rasul 2:21 berkata “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Barangsiapa yang memiliki keintiman dengan Tuhan, pasti akan peka dengan suara Tuhan. Efesus 3:19b berkata “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kita harus membuka diri kepada Roh Allah untuk memenuhi kehidupan kita. Lalu, bagaimana agar kita senantiasa kepenuhan Roh Kudus? Miliki iman dan jangan menggunakan logika manusia. Efesus 3:17 berkata “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1) Seringkali pengalaman hidup dan kemampuan diri menggeser posisi iman kita kepada Tuhan. “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”” (Lukas 18:8) Iman akan semakin langka, hanya orang yang taat melakukan Firman Tuhanlah yang disebut orang beriman. Ibrani 6:19 berkata “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.” Melkisedek berarti Allah perkasa dan mampu melakukan segala sesuatu. Mujizat tak lepas dari iman. Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan hal itu diperhitungkan Allah sebagai kebenaran. Roma 15:4 berkata “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.” Sewaktu kita membaca Alkitab, kita harus 100% yakin bahwa itu adalah Fiman Allah. Jangan biarkan sesuatu apapun menggeser keyakinan kita akan Firman Tuhan (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Kita harus waspada akan ragi orang Farisi (kemunafikan) dan ragi orang Saduki (tidak percaya akan kuasa Roh Kudus) agar iman kita tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berharaplah sepenuhnya kepada Tuhan! Lalu, dalam hal apa kita harus berjaga-jaga? Wahyu 16:15 berkata “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Pakaian berbicara tentang kehidupan kita sehari-hari, itulah ibadah yang sejati, bukan sekedar ibadah ketika kita ke geraja saja. “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat” (1 Korintus 10:6) Wahyu 19:8 berkata “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” Kita adalah orang-orang kudus, maka sepanjang kehidupan kita, kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang benar. Mazmur 34:13-15 berkata “Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” Perdamaian adalah awal dari berkat Tuhan yang berkelimpahan dalam hidup kita (Mazmur 133). Ada 2 macam pakaian, yaitu pakaian keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita (Mazmur 45:13) dan pakaian kekudusan yang harus kita kenakan dengan usaha yang sungguh-sungguh (2 Petrus 1:5-11) Tidak ada kata ‘sekali selamat tetap selamat’. Miliki pondasi kasih yang kuat. Efesus 3:18-19 berkata “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17) “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13) Sahabat selalu ada disaat kita sedih maupun senang. Melakukan perintah Tuhan adalah tanda bahwa kita sahabat-Nya. 1 Tesalonika 5:24 berkata “Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.” ukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” Perdamaian adalah awal dari berkat Tuhan yang berkelimpahan dalam hidup kita (Mazmur 133). Ada 2 macam pakaian, yaitu pakaian keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita (Mazmur 45:13) dan pakaian kekudusan yang harus kita kenakan dengan usaha yang sungguh-sungguh (2 Petrus 1:5-11) Tidak ada kata ‘sekali selamat tetap selamat’.
B. Miliki pondasi kasih yang kuat. Efesus 3:18-19 berkata “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17) “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13) Sahabat selalu ada disaat kita sedih maupun senang. Melakukan perintah Tuhan adalah tanda bahwa kita sahabat-Nya. 1 Tesalonika 5:24 berkata “Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”

Category

%d bloggers like this: