HEAVENOUS

Kingdom Principle

Posted on: November 23, 2014

Ibrani 12:26-29
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.”
Shalom!
Tahun Ayin Hey adalah tahun goncangan, tahun double kasih karunia, tahun double sabath juga tahun mujizat yang kreatif. Semua yang di langit dan di bumi digoncang, tetapi satu hal yang tidak tergoncangkan, yaitu Kerajaan Allah. Semua tanda-tanda zaman semakin menguatkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, karenanya kita harus senantiasa berjaga-jaga. Goncangan dijadikan agar tinggal tetap semua yang tidak tergoncangkan, yaitu umat Allah yang setia. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, kita tidak perlu takut sebab Tuhan selalu beserta disaat kita bimbang asalkan kita tetap hidup melekat pada-Nya. Matius 6:33 berkata “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Hal yang harus pertama-tama kita lakukan ketika digoncang adalah mencari Tuhan, Sang sumber kehidupan. Seseorang yang memiliki prinsip Kerajaan Tuhan tidak akan pernah takut dengan masalah karena ia percaya bahwa Tuhan lebih besar dari segala masalahnya. “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (Mazmur 105:4) “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (1 Tawarikh 16:11) Inilah kunci menjadi umat Tuhan yang tidak tergoncangkan: mencari Tuhan sebagai sumber kekuatan.
Ketika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, sembahlah Dia saja…lupakan segala permasalahan dan semua hal yang membebani kita sehingga sulit mencari Tuhan. Kita harus benar-benar memiliki waktu yang berkualitas bersama Tuhan, sehingga kita bisa mengalami kepenuhan hadirat-Nya. “dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Efesus 3:19) Mujizat terhalang dalam kehidupan kita ketika kita ‘jaim’ di hadapan Tuhan dan kurang rendah hati, karenanya kita tidak mengalami hadirat Tuhan dalam hidup kita. Kita harus naik level dalam kerohanian kita dengan mencari, mengenal dan mengalami Tuhan. Dengan menyadari keberadaan Tuhan yang sesungguhnya sebagai Pribadi yang selalu ada bagi kita dan mengagumi kebaikan-Nya, maka kita akan mengalami hadirat-Nya. Yohanes 19:30 berkata “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” Tuhan menerima kita apa adanya, bahkan nyawanya Ia berikan bagi kita. Itulah bukti cinta-Nya pada kita: mengampuni dan menyembuhkan kita dalam segala keberadaan kita. Kasih Allah tak berkesudahan, selalu baru setiap pagi dan kasih-Nya tak pernah berubah bagi kita.
Tuhan sungguh-sungguh memberikan kasih-Nya bagi kita, selain itu Ia juga memberikan kita kuasa-Nya. Yesaya 32:15-17 berkata “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” Hal yang paling kita perlukan ketika berada di padang gurun adalah air. Begitu juga ketika kita sedang digoncang, satu-satunya yang kita perlukan hanyalah Roh Kudus. Paksakan diri kita untuk menyembah Tuhan meski dalam keadaan tersulit pun dan lihatlah mujizat kreatif itu nyata! Ketika kita ‘kekurangan’ kasih, hanya Tuhanlah yang sanggup memberikan kasih itu dengan sempurna, karenanya kita pun harus menyalurkan kasih itu ketika kita telah kepenuhan kasih Tuhan. Bersyukurlah senantiasa!

Category

%d bloggers like this: