HEAVENOUS

Berjalan Dengan Tuhan

Posted on: November 17, 2014

Kejadian 3:8
“Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.”
Shalom!
Seringnya kita mengalami kepanikan ketika masalah melanda, tetapi Tuhan tetap tenang karena Ia yang mengontrol keadaan. Tuhan ingin hubungan-Nya dengan kita seperti keadaan sebelum kejatuhan manusia akan dosa. Berikut adalah hal yang harus kita perhatikan berhubungan dengan berjalan dengan Tuhan, yaitu:
1) Jalanmu mempengaruhi kondisi hatimu. Yesaya 40:31 berkata “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Ada tiga pengalaman yang bisa kita alami dengan Tuhan, yaitu:
a. Naik terbang seumpama rajawali, berarti ketika kita berada dalam kehidupan yang begitu diberkati Tuhan dan berkelimpahan.
b. Berlari dan tidak menjadi lesu, berarti kita sedang berlari dalam sebuah kemenangan demi kemenangan dalam kehidupan di mana semua orang bersorak-sorai bagi kita.
c. Berjalan dan tidak menjadi lelah, berarti kita sedang melatih diri kita setiap hari sebagai persiapan menjelang kedatangan Tuhan kelak.
Yang Tuhan cari dalam kehidupan kita bukan sekedar pengalaman-pengalaman spiritual di gereja, tetapi segenap aspek kehidupan kita setiap hari. Jadi, apakah kita berjalan bersama Tuhan setiap hari?
2) Jalanmu dipengaruhi oleh dosa-dosa kecil. Iblis tidak mempermasalahkan apakah kita beribadah dan mengalami pengalaman spiritual bersama Tuhan di gereja, yang iblis permasalahkan adalah ketika kita selalu berjalan bersama Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita, baik dalam susah maupun senang. Bukanlah perkara-perkara yang besar yang membuat kita berhenti berjalan bersama Tuhan, tetapi perkara-perkara kecillah yang berpotensi menghentikan kita untuk berjalan bersama Tuhan. Kidung Agung 2:15 berkata “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!” Waspadalah, sebab hal-hal sehari-hari yang sepertinya hanyalah ‘dosa kecil’ tetapi jika kita lakukan secara terus-menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan akhirnya akan menghentikan kita untuk berjalan bersama Tuhan. “Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.” (Mazmur 73:2)
3) Biarkan Yesus yang membasuh kaki kita. Seringkali ‘dosa-dosa kecil’ itulah yang sangat sulit untuk kita singkirkan dari kehidupan kita, untuk itulah Yesus hadir dalam hidup kita, yaitu untuk mentahirkan kita karena kita tidak dirancang untuk membasuh kaki kita sendiri (menghapus dosa). “kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”” (Yohanes 13:5-7)

Category

%d bloggers like this: