HEAVENOUS

Hidup Dalam Multiplikasi

Posted on: November 11, 2014

Shalom!
Kita memang hidup di dunia, tetapi kita harus mengikuti peraturan surga. Orang benar bukan hanya diberkati untuk bertahan hidup tetapi bahkan mengalami multiplikasi. Dunia mengajarkan bahwa kesuksesan diraih orang yang hebat dalam sebuah ‘persaingan’ yang kompetitif tetapi Firman Tuhan mengajarkan bahwa kesuksesan diraih dengan hidup benar dan takut akan Tuhan. Ketika Tuhan membuka pintu berkat-Nya, maka tidak ada seorang pun yang dapat menutupnya karena Tuhan kita luar biasa, dahsyat dan ajaib. “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Korintus 2:9) Lalu, bagaimana rahasia hidup dalam multiplikasi?
1. Hidup dalam keseimbangan. Yohanes 6:5 berkata “Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”” Kita harus menghidupi teladan Yesus dalam seluruh aspek kehidupan kita, di mana pun kita berada kita harus berlaku sama, itulah keseimbangan. Mengapa kita harus hidup seimbang (baik dalam kehidupan pribadi, rumah tangga, pekerjaan maupun pelayanan)? Karena iman dan tindakan iman harus seimbang. Ketika kita berani bayar harga untuk taat kepada Tuhan, pastilah Tuhan akan membela kita. Tuhan selalu memberkati kita jika kita hidup seimbang, karena itu adalah kebenaran di mata Tuhan.
2. Hidup seirama dengan Tuhan. Yohanes 6:6-7 berkata “Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”” Kita harus ikut Tuhan, bukan sebaliknya: Tuhan ikut kita. Ikut Tuhan memang penuh air mata bahkan sering dianggap suatu kebodohan bagi dunia tetapi ketika taat akan perintah-Nya, percayalah Tuhan akan memberkati kita berlimpah-limpah. “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mazmur 126:5) Seirama dengan Tuhan, juga berarti berjalan sesuai waktu Tuhan. Percayalah, Tuhan sanggup lakukan mujizat!
3. Hidup sebagai penabur yang baik. Yohanes 6:8-9 berkata “Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”” Dari ayat tersebut kita belajar bahwa jika anak tersebut masih mempertahankan makanannya tentulah mujizat tidak terjadi karena berkat tersebut hanya bagi dia saja, tetapi ketika anak tersebut melepaskan haknya…terjadilah mujizat! Firman Tuhan berkata lebih banyak menabur, pasti akan lebih banyak menuai; bukan sebaliknya. Tuhan tidak melihat jumlah pemberian kita tetapi kesungguhan hati kita untuk memberi. Ketika kita menabur untuk pekerjaan Tuhan, hidup kita pasti akan semakin diberkati.

Category

%d bloggers like this: