HEAVENOUS

Tahun Sabat

Posted on: October 20, 2014

Shalom!

Ayin Hey berbicara tentang pewahyuan dan terang, tentang Tuhan yang tinggal di dalam diri kita juga tentang sabat. Tuhan telah menetapkan hari-hari raya tertentu bagi orang Israel dengan tujuan untuk mengingat kembali Sang Pencipta, mengalami pendamaian dengan Tuhan melalui pertobatan, bersukaria karena kebaikan Tuhan, mengingatkan kita akan kedatangan Yesus kelak.

Hari raya dalam Alkitab berbicara tentang hujan awal dan hujan akhir. Kita boleh meminta hujan awal dan hujan akhir tersebut “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.” (Ulangan 11:13-15)

Tahun Ayin Hey adalah tahun goncangan sekaligus tahun mujizat yang kreatif, tahun kepenuhan Roh Kudus dan tahun sabat. Sabat artinya beristirahat, jadi ini adalah saatnya bagi kita untuk banyak masuk hadirat Tuhan (lebih intim lagi dengan Tuhan). “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31) Ketika mata kita tertuju kepada Tuhan, kita pasti yakin bahwa pertolongan kita hanya dari Tuhan.

Sebelum bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian, Tuhan berbicara sebagai berikut:

  • “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam” (Imamat 23:10)
  • “Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu.” (Imamat 25:3-6)

Jadi, dari ayat tersebut Tuhan telah berjanji bahwa ketika kita telah memberikan buah sulung bagi Tuhan maka Tuhan akan melipatgandakan berkat-Nya di tahun sabat ini. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bekerja, namun Tuhan menghendaki agar kita hanya berharap kepada-Nya saja bagaimanapun keadaannya. Percayalah, Tuhan akan memberikan berkat ganda kepada kita ketika kita tekun dan taat!

Category

%d bloggers like this: