HEAVENOUS

Kerajaan Yang Tidak Tergoncangkan

Posted on: October 20, 2014

Shalom!

Ayin Hey berarti Tuhan hendak menunjukan jalan yang harus kita tempuh, hendak memberi nasihat dan mata-Nya sedang tertuju kepada kita (Mazmur 32:8). Tuhan hendak mengajar kita tentang fakta dan Firman-Nya. Tahun Ayin Hey adalah tahun mujizat juga tahun goncangan. “Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.” (Yoel 2:29-31) Ibrani 12:26-27 berkata “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” Segala sesuatu akan digoncang, setiap goncangan membawa duka namun kita berada dalam Kerajaan yang tak tergoncangkan. “Sebab itu Aku akan membuat langit gemetar, dan bumipun akan bergoncang dari tempatnya, pada waktu amarah TUHAN semesta alam, dan pada hari murka-Nya yang menyala-nyala.” (Yesaya 13:13)

2 Timotius 3:1-5 berkata “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” Goncangan akan memurnikan karakter kita. “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7) Matius 24:3-14 menyatakan tanda kedatangan Yesus kedua kali, yaitu munculnya mesias palsu, terjadinya perang, kelaparan dan gempa bumi. “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (ayat 14)

Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi. Setiap goncangan bertujuan untuk ‘membuka mata’ setiap manusia akan keberadaan Tuhan dan hakikat penciptaan manusia, yaitu peduli kepada sesama. Ibrani 12:28-29 berkata “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.” “Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.” (1 Korintus 10:10) Ketika kita bersungut-sungut, kita sedang dalam posisi menentang Tuhan. Ibadah yang berkenan itu menyadari bahwa di dalam kita ada hadirat Tuhan, dengan rela hati melayani Tuhan dan menjadi berkat. “Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN, untuk bertugas melayani TUHAN dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai sekarang.” (Ulangan 10:8)

Di akhir zaman ini kita harus semakin semangat menginjil karena begitu banyak orang yang belum mengenal Tuhan. Orang yang sudah dimenangkan pasti akan rindu untuk memenangkan jiwa juga meskipun harus berkorban. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”” (Matius 28:19-20) Peperangan rohani selalu terjadi setiap waktu dan kita harus selalu siap menghadapinya dengan Firman Tuhan. Mulailah menghargai cara ibadah kita kepada Tuhan, datanglah dengan dengan kesungguhan hati dan kesetiaan kepada Tuhan. Orang yang tidak mengenal Tuhan saja beribadah kepada allahnya dengan begitu hormat dan takut, lalu bagaimana kita bisa memenangkan mereka jika kita tidak beribadah dengan hormat dan takut kepada Allah yang benar? Kita harus bertobat dan belajar mempersembahkan ibadah yang berkenan kepada Tuhan.

Category

%d bloggers like this: