HEAVENOUS

Hidup Seperti Kristus

Posted on: October 12, 2014

Ibrani 12:1-2

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Shalom!

Firman Tuhan yang jatuh ke tanah yang subur maksudnya kita mendengar dan mengerti Firman Tuhan kemudian melakukannya sehingga hidup kita berbuah di dalam Kristus. Hidup ini adalah suatu perlombaan dan yang Tuhan kehendaki dari akhir perlombaan tersebut adalah kesempurnaan, yaitu hidup yang diubahkan oleh kuasa darah Yesus dan pimpinan Roh Kudus sehingga kita mampu bertahan sampai akhir dan menjadi mempelai Kristus. Menerima Yesus bertujuan agar kita mengalami perubahan karakter seperti Kristus dan mengembalikan kita kepada ciptaan semula yang diciptakan segambar dengan Allah yang telah rusak oleh dosa.

Kolose 3:8-10 berkata “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” Menjadi seperti Kristus adalah suatu proses seumur hidup; semakin kita hidup seperti Kristus seharusnya semakin banyak orang yang melihat damai Ilahi dalam diri kita. Roma 11:36 berkata “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Karena itu, mata kita harus selalu tertuju kepada Tuhan agar dimampukan hidup untuk Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, bukannya hanya hidup bagi diri sendiri. “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” (2 Korintus 5:15) Lalu, apa cirinya orang yang hidup untuk Tuhan?

  1. Orang yang mata hatinya tertuju kepada Tuhan (hidup untuk Tuhan) pasti memiliki hidup yang intim dengan Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan dan pembacaan Firman Tuhan secara teratur. 2 Timotius 3:15 berkata “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” Jika Firman selalu terpatri dalam hati kita, maka Tuhan akan memberikan hikmat kepada kita untuk menjalani setiap persoalan kehidupan kita. Percayalah, di dalam Kristus selalu ada jalan keluar; Tuhan memberikan pengharapan.
  2. Kejadian 39:23 berkata “Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” Apa yang membuat Yusuf begitu diberkati oleh Tuhan? Karena ia melakukan apa yang dipercayakan kepadanya dengan segenap hati. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23) Lakukanlah segala sesuatunya dengan segenap hati, dan percayalah bahwa Tuhan memperhitungkannya dan sanggup mengangkat kita pada waktu-Nya.
  3. Orang yang mata hatinya tertuju kepada Tuhan pasti memiliki komitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya. Kejadian 39:8-9 berkata “Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”” Ketika kita tetap memikirkan perasaan Tuhan dalam masa sulit kita dan tetap hidup berkenan di hadapan-Nya, maka lihatlah kelak bahwa Tuhan tidak segan-segan untuk mempromosikan kita. Selain itu, kita harus menjaga hati kita dari kepahitan agar senantiasa memiliki damai sejahtera dalam hidup ini. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20)

Category

%d bloggers like this: