HEAVENOUS

Menjadi Umat Yang Layak Bagi Tuhan

Posted on: September 19, 2014

2 Timotius 2:20-21

“Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”

Shalom!

Apakah kita percaya bahwa setiap kita dipanggil untuk sebuah rencana besar Tuhan? Ya, setiap kita (tanpa kecuali) dipanggil untuk rencana besar Tuhan. Tuhan tidak membeda-bedakan siapa pun untuk hal itu, pertanyaannya apakah kita mau mewujudkan rencana tersebut? Tuhan Yesus telah mati bagi kita sehingga kita layak menjadi umat Tuhan. Jadi, mari kita miliki paradigma baru bahwa “kita layak bagi-Nya” meskipun kita merasa ‘tidak layak’ sebagai orang benar di hadapan-Nya karena Tuhan tidak melihat karakter manusia kita tetapi melihat darah Yesus yang telah menguduskan kita. Jadi, mulai sekarang yang harus kita sikapi adalah mempertahankan diri agar tetap layak bagi-Nya. Ketika kita memutuskan untuk hidup setara dengan panggilan Tuhan yang telah melayakkan kita, maka kita tidak akan menghidupi sebuah perjalanan rohani yang mandek atau bahkan mundur, melainkan semakin maju dalam kesempurnaan seperti Kristus.

2 Timotius 2:22 berkata “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Kata ‘nafsu’ dalam ayat tersebut bukan hanya nafsu seksual tetapi segala hal yang sangat kita inginkan lebih dari Tuhan sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu bersama hal tersebut dibandingkan bersama Tuhan. 1 Yohanes 2:16 berkata “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Inilah waktunya bagi umat Tuhan untuk bangkit menyiapkan diri bagi kedatangan Kristus karena waktu kedatangan-Nya sudah semakin dekat. Karenanya, kita harus selektif dalam menyikapi hari-hari terakhir ini agar kita bisa tetap fokus kepada Tuhan. Berhati-hatilah dengan segala hal yang ditawarkan dunia masa kini, jangan lengah hingga kita lebih mengutamakan hal tersebut dibandingkan hubungan kita dengan Tuhan. “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” (1 Korintus 6:12) Kita tidak boleh kompromi dengan hal-hal yang tidak kudus. Lebih baik dicap sebagai orang kuno tapi berkenan kepada Tuhan daripada menjadi trendsetter hal-hal terbaru tetapi ditolak Tuhan. Kita harus memiliki pengendalian diri jika kita ingin menjadi umat yang layak bagi Tuhan, karenanya kita tidak boleh dikuasai dosa. Kita memang akan mati pada akhirnya namun dosa adalah suatu tindakan dimana kita mengizinkan iblis untuk membinasakan kita sebelum waktu yang Tuhan tetapkan.

Marilah kita menjadi pelaku Firman Tuhan, bukan hanya sekedar pendengar Firman. Jalanilah kehidupan yang sepadan dengan panggilan Tuhan, bukan terus mengikuti kedagingan kita. Kenyataan bahwa kita memang telah dilayakan oleh darah Kristus tidak ‘melegalkan’ kita untuk bebas berbuat dosa. Keselamatan memang kita terima dengan cuma-cuma, tetapi kita harus menjalankan keselamatan tersebut dengan bayar harga. Tuhan Yesus memang mati sekali bagi kita tetapi tidak ada kata “sekali selamat, tetap selamat”, ketika kita berdosa…kita harus segera mohon ampun kepada Tuhan dan kembali ke jalan-Nya dengan meninggalkan segala dosa-dosa kita. Kita hidup dalam kasih karunia Tuhan dan tidak ada dosa di dalamnya. Kita perlu Roh Kudus untuk menolong kita dalam kelemahan kita. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.” (Roma 8:26-27) Ketika kita tidak memiliki pewahyuan/pengertian akan kasih Tuhan, kita akan tetap berbuat dosa meskipun kita telah lahir baru. Tubuh kita adalah bait Allah, Roh Kudus di dalam diri kita karenanya kita harus menghargai tubuh kita. Inilah saatnya kita bangkit untuk menyadari tipu daya iblis dan tidak mengizinkannya untuk menguasai kita lagi. Iblis akan terus menggoda kita tetapi tidak ada waktu lagi untuk ‘main-main’ dengan dosa terlalu lama. Ketika kita hidup tanpa Fiman Tuhan dan Roh Kudus, maka kita sedang berjalan menuju kebinasaan. Maka bertobatlah sungguh-sungguh dan serahkanlah seluruh hidup kita kepada Tuhan, kemudian jalanilah hidup baru seturut dengan pikiran Kristus. Kenallah kebenaran maka kebenaran itu akan memerdekakan kita untuk hidup semakin ‘naik’ menuju Kristus, bukan jatuh bangun dalam dosa lagi.

Category

%d bloggers like this: