HEAVENOUS

Doa Yang Penuh Kuasa

Posted on: September 16, 2014

“Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:14-16)

Bukankah tahun ini adalah tahun yang penuh mujizat? Tapi mengapa banyak anak Tuhan yang doanya belum dijawab? Yang minta jodoh masih tetap jomblo, yang butuh pekerjaan masih nganggur, yang minta kesembuhan masih tetap sakit. Mengapa itu masih terjadi? Bagaimana doa bisa menjadi sesuatu yang penuh kuasa dan mendatangkan berkat bagi kehidupan kita?

Doa yang penuh kuasa meliputi 4 hal:

  • Percaya total dalam nama Yesus. “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes 14:11-14) Prinsip utama permohonan doa haruslah pada kuasa dan kebaikan Tuhan Yesus, yang kita yakini atau percayai sepenuhnya.
  • Jangan hidup dalam dosa. “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (Mazmur 66:18) “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2) Dosa tidak berpadanan dengan Allah, sehingga walaupun baru pada sebatas hasrat jahat dosa, belum berbuah pada tindakan dosa, Allah tidaklah berkenan. Sebelum kita mengubah paradigma kita tentang pertobatan sejati dalam Tuhan, maka kita akan terperangkap dalam kehidupan yang dikuasai hidup yang lama.
  • Latihlah iman. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1) “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24) Apapun juga yang dilatih secara konsisten, pastilah mendatangkan suatu hasil. Demikian juga dalam hal melatih iman, kita akan menjadi semakin kuat secara rohani dalam meyakini jawaban yang akan kita terima melalui doa yang berdasar dari iman yang kuat pada Tuhan.
  • Mintalah menurut kehendak Tuhan. “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (1 Yohanes 5:14) “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3) Kesalahan dalam doa yang tidak mendatangkan hasil, umumnya adalah karena meminta sesuatu yang bukan karena kehendak Tuhan, tapi karena nafsu kedagingan.

Mulai hari ini, tangkap kehendak Tuhan bagi hidup kita, dan mulailah berdoa sesuai kehendak Dia. Arahkan pikiran kita pada pikiran Tuhan, sehingga bisa mengetahui doa apa yang Ia ingin kita naikkan sehingga kita bisa menerima apa yang sebenarnya kita butuhkan. Kebutuhan yang Tuhan akan jawab adalah kebutuhan yang bukan untuk memuaskan hawa nafsu pribadi kita.

Category

%d bloggers like this: