HEAVENOUS

Pemberian Terbaik Buat Tuhan

Posted on: September 9, 2014

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20)

Mengapa kita perlu memberikan yang terbaik buat Tuhan? Karena Tuhan telah lebih dulu memberikan yang terbaik buat kita, jauh melampaui apa yang menurut kita terbaik, yang dapat kita persembahkan kepada Dia. Tuhan bahkan sudah memberikan nyawanya buat kita, dan berakibat kehidupan kekal yang tidak lagi dikuasai maut, bagi yang percaya kepada-Nya. Kehidupan kita yang dikuasai dosa, telah dibeli dan dibayar lunas oleh Tuhan sendiri. Karena itu pemberian kita yang terbaik buat Tuhan adalah dengan cara memuliakan-Nya melalui kehidupan kita sekarang ini.

Pemberian yang terbaik buat Tuhan:

  • Melakukan ibadah yang sejati. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1) Artinya kita harus memberikan kehidupan kita buat Tuhan. Hiduplah kudus; jangan lagi hidup dalam dosa/di luar pertobatan. Bertumbuhlah kerohanian kita dan jadilah saksi-Nya. Jadilah pelaku firman Tuhan.
  • Mengubah pikiran kita seperti pikiran Tuhan. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2) Agar kita bisa memiliki kesepahaman dengan Tuhan. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5) Sekalipun kita masih hidup dalam tubuh jasmani, kehidupan tidak lagi dikendalikan dengan pikiran kedagingan, tapi pikiran iman. “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)
  • Melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23) Maka kita bisa melakukan hal-hal yang terbaik; bukan saja dalam pelayanan, tapi juga dalam keseharian kita di berbagai aspek kehidupan. Sadari bahwa seluruh potensi dan keberadaan kita berasal dari Tuhan, dan itu semua ditujukan bukan untuk kemuliaan kita, tapi untuk kemuliaan Tuhan. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Prinsip ini mendatangkan berkat dari Tuhan sendiri. “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.” (Efesus 6:5-8)

Sejauh mana kita sudah memberikan yang terbaik buat Tuhan? Dalam hal apa sajakah saudara berpikir bahwa saudara sudah melakukan hal-hal yang baik buat Dia selama ini? Adakah korelasinya dengan pokok pikiran firman Tuhan hari ini atau tidak?

Kehidupan tidak akan berlangsung selamanya. Ada waktunya kita harus kembali kepada Dia, atau akan tiba waktunya kesudahan segala sesuatu. Tubuh manusia adalah sementara, tapi kemuliaan Tuhan adalah kekal. Pilihlah untuk menjalani waktu kehidupan ini menurut kehendak Allah, bukan lagi menurut keinginan manusiawi kita. “supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.” (1 Petrus 4:2), sehingga kita senantiasa mampu memberikan yang terbaik buat Tuhan selama kita hidup di dunia ini.

Category

%d bloggers like this: