HEAVENOUS

Semakin Lama, Semakin Kuat

Posted on: September 2, 2014

Mazmur 84:6-8

“Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”

Shalom!

Tekanan bisa membuat seseorang menjadi semakin lemah, juga sebaliknya bisa membuat seseorang menjadi semakin kuat. Tetapi sebagai umat Tuhan, Tuhan menjanjikan bahwa kita akan semakin kuat dalam setiap tekanan. “Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,” (Ulangan 16:16) Secara jasmani, sebelum bangsa Israel menghadap hadirat Tuhan di tempat tinggi, mereka harus melewati sebuah lembah baka terlebih dahulu. Secara rohani, Tuhan menghendaki agar kita memperhatikan hidup kita. mungkin hari-hari ini kita sedang melewati “lembah baka”, maka percayalah bahwa tempat kita bukan di lembah baka tetapi di tempat tinggi bersama Tuhan. Orang yang berharap hanya kepada Tuhan akan semakin kuat dalam hidupnya, bukan semakin lemah. Hal yang kita butuhkan agar semakin kuat dalam tekanan, yaitu:

  • Kita butuh ‘penyegaran’ (air), yaitu Firman Allah dan Roh Kudus (air kehidupan). Kita harus ‘menggali’ air kehidupan tersebut lebih dan lebih lagi dengan konsisten menggali Firman Tuhan dan mengejar kepenuhan Roh Kudus lebih dari usaha sebelumnya. “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” (Mazmur 19:8) “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” (Yakobus 1:21) Menemukan ‘air kehidupan’ tersebut tentu diusahakan oleh diri sendiri, bukan orang lain. Kita harus berusaha menjadi orang Kristen yang diatas rata-rata, bukan orang Kristen yang biasa saja. Jika kita terbiasa aktif untuk mengejar hadirat Tuhan melalui pendalaman Firman dan kepenuhan Roh Kudus sebagai yang utama dalam hidup kita maka karakter Kristuslah yang akan tertanam dalam diri kita. Ibrani 4:12 berkata “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Firman Tuhan & Roh Kudus yang akan menyegarkan kita ketika mengalami kekeringan di lembah baka. Kita harus terbiasa bersaat teduh sebelum kita menjalani hari-hari kita dengan memuji, menyembah, meminta ampun, mendoakan, membaca Firman, mendengarkan Roh Tuhan. “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35) Orang-orang besar pastilah orang-orang yang memiliki waktu khusus bersama Tuhan (quality time), yaitu mereka yang dengan penuh kerinduan untuk mencari Tuhan dengan usaha ekstra (Mazmur 57:8). Ini harus menjadi gaya hidup yang kita lakukan dengan disiplin yang konsisten. Percayalah, mujizat masih ada!
  • Kita butuh ‘matahari’, yaitu penyertaan Ilahi. “Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai;” (Mazmur 84:12a) Ketika Tuhan Yesus menyertai hidup kita, sesukar apapun keadaannya pasti kita akan selalu mengalami ‘surga’. Rahasia penyertaan Tuhan adalah percaya sepenuhnya pada Tuhan yang berkuasa mengendalikan seluruh kehidupan kita.
  • Kita butuh perkenanan Ilahi. “kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:12b) Ditengah lembah kekelaman sekalipun, kita akan mengalami kemenangan jika kita mendapat perkenanan Tuhan. “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” (Yehezkiel 33:11) Perkenanan Tuhan akan turun atas kita ketika kita melakukan pertobatan, bukan mencari kambing hitam dalam setiap masalah ataupun menggerutu.

Category

%d bloggers like this: