HEAVENOUS

Ibadah Yang Sejati

Posted on: September 2, 2014

Roma 12:1-2

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Shalom!

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan harus mengerti kehendak Tuhan. Di dalam diri kita ada kehendak Tuhan, kehendak manusia dan kehendak bebas (jurang antara kehendak Tuhan dan manusia). Kehendak manusia selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan, karenanya kehendak kita harus ditundukan kepada kehendak Kristus. Ketika kita tunduk kepada kehendak Tuhan, berarti kita adalah manusia yang terkendali (tidak liar) maka perkenanan Tuhan pun turun atas kita. Secara manusiawi, kita cenderung membalas kejahatan dengan kejahatan dan mengandalkan kekuatan sendiri dalam menyelesaikan masalah; sedangkan kehendak Tuhan menginginkan agar kita selalu mengampuni dan mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan Tuhan tidak pernah mengenal ‘musim’ tertentu dalam hidupnya karena pasti semua musim dalam hidupnya adalah musim yang baik. Tuhan memang memberikan kita kehendak bebas tetapi Ia tidak menghendaki kita menggunakannya di luar jalan Tuhan.

2 Korintus 10:5 berkata Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” Pikiran Kristus adalah ide, maksud, tujuan dan konsep Ilahi. Ketika kita mengenakan pikiran Kristus pasti kita akan menjadi orang yang berbeda (orang yang di atas rata-rata) dan dimampukan untuk melakukan kebenaran. Ingatlah bahwa semua yang baik belum tentu benar, tetapi semua yang benar sudah pasti baik. Good idea is totally different with God’s idea. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Itulah inti dari kekristenan yang sejati. Ketika kita memulai sesuatu dengan Roh maka kita harus mengakhirinya dengan Roh pula, bukan dengan kedagingan. Kita boleh mempunyai visi kehidupan pribadi tetapi kita harus menyelaraskannya dengan visi Tuhan. Mungkin seakan ‘pintu tertutup’ bagi impian kita, namun percayalah bahwa rancangan Tuhan lebih tinggi daripada rancangan kita. Relakanlah ketika sepertinya mimpi kita tidak selaras dengan mimpi Tuhan, pilihlah untuk melaksanakan mimpi-Nya Tuhan karena Ia yang genggam kehidupan kita dan mengetahui apa yang terbaik bagi kita, maka pastilah mimpi tersebut adalah jalan yang terbaik bagi kita. Bagian kita hanyalah berserah, percaya dan taat, selanjutnya adalah bagian Tuhan untuk mewujudkan Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58) Kita harus melakukan terobosan hidup tetapi bukan dengan kehendak manusia, kita harus mewujudkannya sesuai dengan kehendak Kristus. Iblis selalu berusaha melemahkan iman kita dan membuat kita ragu tetapi ketika kita mengenakan pikiran Kristus, maka kita akan selalu dikuatkan dan berjalan dalam iman kepada Kristus.

Category

%d bloggers like this: