HEAVENOUS

Hati Yang Tanpa Pengetahuan

Posted on: August 4, 2014

Shalom!

Ibadah yang sesungguhnya bukanlah secara keagamaan yang hanya memiliki liturgi tanpa mendapatkan inti ibadah itu sendiri karena tidak ada penyembahan kepada Tuhan. Ibadah yang agamawi hanya mengakui Tuhan di mulut saja tetapi tidak dari hati yang tulus mengasihi Tuhan. Maka hendaklah kita beribadah karena hati kita mengasihi Tuhan, bukan sekedar liturgi agamawi semata.

Keadaan atau manusia terhebat sekalipun tidak mampu memberikan kita pengharapan, tetapi Tuhan Yesus selalu memberikan kita pengharapan yang baru. Percayalah, tidak ada yang mustahil untuk dilakukan oleh Tuhan. Seburuk apa pun keadaannya, Tuhan Yesus sanggup lakukan mujizat yang kreatif dalam hidup kita. Tuhan Elshaddai adalah Tuhan Allah yang berkuasa dan berkelimpahan. Kita sangat berbeda dari dunia sebab kita memiliki Allah yang hebat.

Wahyu 3:14-22 berkata “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.””

Gereja Laodikia adalah gambaran gereja di akhir zaman yang suam-suam kuku. Laodikia dalam Bahasa Yunani artinya pendapat orang-orang. Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ‘demokrasi’ dimana rakyatlah yang bertindak sebagai tuan. Gereja adalah tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala gereja. Jadi, gereja harus mendengar apa kata Tuhan. Gereja menjadi suam-suam kuku karena gereja hanya mendengar apa kata manusia, bukan apa kata Tuhan. Serohani apa pun seseorang, kita tetap harus mendengar apa kata Tuhan.

Gereja yang suam-suam kuku adalah gereja yang tanpa pengetahuan. Secara lahiriah mereka beribadah tetapi secara batiniah mereka tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Ketika diberkati Tuhan, gereja Laodikia mulai sombong. Gereja Laodikia merasa dirinya kaya sehingga mereka tidak hidup bersandar kepada Tuhan sepenuhnya. Keadaan mereka di luar sangat berbeda dengan keadaan di dalam dirinya. Ingatlah, bahwa Tuhan sangat memperhatikan hati kita bukan hanya keadaan luar kita. Karenanya, Tuhan menghendaki agar gereja Laodikia membeli dari Tuhan (beribadah dengan berkorban/bayar harga) hal-hal sebagai berikut:

  • Emas murni, yaitu iman yang semakin bertumbuh. Tanpa iman, tidak ada seorang pun yang dapat menyenangkan Tuhan.
  • Jubah putih, yaitu kekudusan. Kita tidak boleh hidup sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.
  • Minyak untuk melumas mata, yaitu Roh Kudus. Kita harus kepenuhan Roh Kudus untuk menuntun hidup kita agar seturut dengan kehendak Tuhan. Kita memerlukan Roh Kudus untuk memiliki visi hidup yang sama dengan Tuhan.

Hanya Tuhan Yesus yang mampu memuaskan kita. Gereja yang suam-suam kuku itu gereja yang angkuh, mereka menolak Tuhan Yesus masuk dalam kehidupan mereka. Kita harus selalu mengundang Tuhan Yesus masuk dalam hati kita agar Ia bertahta dalam kehidupan kita.

Category

%d bloggers like this: