HEAVENOUS

Mengasihi Tuhan & Sesama Dengan Standar Surga

Posted on: July 29, 2014

Matius 22:37-40

“Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.””

Shalom!

Mengasihi Tuhan dan sesama adalah kewajiban kita sebagai orang percaya dan kita harus melakukannya sesuai standar Tuhan, bukan standar kebenaran kita sendiri. Tindakan lahiriah kita (beribadah ke gereja, pelayanan) bukanlah pertanda bahwa kita telah mengasihi Tuhan, tetapi standar kita untuk mengasihi Tuhan lahir dari hati yang murni sehingga kita bersungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dengan memberikan yang terbaik bagi-Nya (waktu, tenaga, dana). Itulah yang disebut mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi sesuai standar Tuhan. Bagi Tuhanlah segala pujian, hormat dan kemuliaan! Hanya Tuhan yang layak menerima segala yang terbaik dari kita sebab Ia telah terlebih dahulu memberikan yang terbaik bagi kita. Ketika kita sungguh-sungguh beribadah kepada-Nya, maka Ia akan berkenan akan kita dan kita akan mengalami hadirat-Nya sehingga ibadah kita tidak sia-sia. Mengasihi Tuhan yang Ia kehendaki adalah mendekat kepada-Nya dalam segala keadaan karena yang menjadi fokus kita adalah pribadi Tuhan sendiri bukan hanya berkat-berkat-Nya semata. Itulah yang dikehendaki-Nya, yaitu agar kita tetap setia mengasihi-Nya baik ketika kita bahagia maupun sedih. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Marilah miliki paradigma sesuai Firman Allah, yaitu bahwa Tuhan lebih penting dibandingkan segala apapun yang ada di dunia ini. Ketika kita sungguh-sungguh merindukan Tuhan, Ia pasti akan tertarik kepada kita.

Daud pun manusia biasa sama seperti kita namun Tuhan begitu berkenan akan dia dibandingkan Saul yang sepertinya ‘tidak terlalu berdosa’, namun Tuhan menolak Saul. Yang membuat Tuhan berkenan akan Daud adalah hatinya. Daud hidup dengan hati yang murni, melekat kepada Tuhan, sekalipun ia harus kehilangan segalanya tetapi ia tetap mempertahankan Tuhan dalam hidupnya. Tidak ada hal lain yang membuat Daud ‘menduakan’ Tuhan. Hal yang membuat kita gagal mengasihi Tuhan adalah cinta akan uang. Allah itu cemburu adanya, karena begitu besar kasih Allah pada kita sehingga Ia tidak menghancurkan kita tetapi Ia akan menghancurkan ‘saingan-Nya’ yang membuat kita ‘menduakan’ Dia, yaitu segala hal yang kita utamakan lebih dari mengasihi Tuhan.

Selain itu, kita harus mengasihi sesama seperti mengasihi diri kita sendiri. Kita gagal mengasihi sesama manusia karena kita gagal mengasihi diri kita sendiri (memiliki konflik batin dengan diri sendiri). Pertama-tama kita harus berdamai dengan diri sendiri dengan bersyukur dan menerima diri kita sendiri apa adanya (berhenti membanding-bandingkan kekurangan diri sendiri dengan kelebihan orang lain) sehingga kita memiliki hati yang damai sejahtera dan dimampukan menerima orang lain apa adanya. Tuhan akan lakukan hal yang indah dalam hidup kita ketika kita mau belajar mengasihi sesama mulai dari hal-hal yang kecil. Kita harus belajar peduli akan hidup orang lain dan berbagi, mungkin saja hal-hal yang biasa untuk kita adalah hal-hal yang luar biasa bagi orang lain. Biarlah dengan segala perbuatan kita, kita memuliakan Tuhan Yesus dalam hidup kita! “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Korintus 2:9)

Category

%d bloggers like this: