HEAVENOUS

Janji Tuhan: Hari Yang Baru

Posted on: July 9, 2014

Shalom!

Lagu profetik dari Tuhan bagi gereja-Nya: “Arahkan hatimu pada Tuhan sekarang karena Tuhan ingin menyanyi atas umat-Nya malam ini. Kepenuhan sukacita-Nya, mengalir janji itu dari tahta-Nya. Saat Aku berkata Aku akan lakukan sesuatu, itu pasti akan terjadi. Janji-Ku itu janji yang lebih tinggi dari langit. Janji-Ku itu janji yang pasti bagi umat-Ku. Ada kepenuhan janji yang Aku janjikan kepadamu. Aku setia untuk menggenapi janji itu bagimu. Bersukacitalah sebab janji-Ku itu benar adanya bagimu. Aku Bapamu dan Aku Allahmu. Janji-Ku pada awal permulaan, janji-Ku selama-lamanya benar bagimu. Aku akan memiliki umat yang akan naik, bertumbuh dalam kepenuhan Putra-Ku. Mengapa tidak engkau naik ke atas? Mengapa engkau tidak mau naik ke dalam kepenuhan-Nya? Aku mengundangmu untuk masuk, Aku mengundangmu untuk naik sebab janji-Ku itu selamanya benar bagimu. Bisakan engkau menjangkau bintang di langit itu? Bisakah engkau menjangkau Putra-Ku itu? Dia adalah bintang fajar yang terbit merekah bagimu. Ulurkan tanganmu dan jangkau Dia sebab ini adalah hari yang baru bagimu. Bangkitlah sambut hari yang baru bagimu, hari dimana kepenuhan-Nya terjadi. Hari dimana Putra-Ku dinyatakan. Sebuah awal permulaan baru. Bisakah engkau menerimanya? Engkau harus percaya umat-Ku bahwa ini benar. Kau harus percaya, penggenapan kepenuhan janji-Nya itu bagimu. Angkat pandanganmu dan hatimu dan lihat, pandang Tuhanmu. Pandang Tuhanmu dan berkata ‘ya’ pada janji-Nya. Janji-Nya YA dan AMIN bagimu. Datanglah, datanglah di hadapan Putra-Ku. Lihatlah, pandanglah Putra-Ku Yesus. Ini semua tentang Yesus, Putra Allah…bukan tentang ‘agama’.”

Ketika kita mempertanyakan ‘siapa diri kita’, kita tidak mengetahui tujuan hidup kita sehingga kita terus-menerus hidup dalam ketakutan dan kebimbangan. Jati diri kita yang sebenarnya adalah bahwa kita milik Tuhan sebab Tuhan telah memilih kita lebih dulu meskipun kita tidak memiliki kualifikasi untuk dipilih oleh-Nya, kita adalah umat-Nya. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” (1 Petrus 2:9) “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3) “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” (Yohanes 1:4) Itulah potensi Ilahi yang ada dalam diri kita dan inilah panggilan yang mana kita harus berjalan dengan jelas di dalamnya sebab semakin hari dunia ini semakin gelap. Tuhan akan membawa kita semakin tinggi dan lebih dalam. Kita harus memiliki kedewasaan rohani seperti Yesus Sang Putra Allah agar janji Tuhan digenapi dalam hidup kita. “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” Efesus 4:13) Kita tidak mungkin mengenal-Nya dan menjadi seperti kehendak-Nya dengan logika atau kekuatan manusia, namun hanya dengan menerima-Nya dalam hati. Karenanya Ia yang terlebih dahulu memberikan janji-Nya bagi kita agar kita berjalan kearah-Nya. Percayalah, Ia sanggup lakukan lebih besar dari yang sanggup kita pikirkan atau doakan. Kita tidak bisa mendahului waktu Tuhan untuk menggenapi janji-Nya ataupun mewujudkan janji tersebut sendiri, kita harus berjalan sesuai kairos Tuhan. Allah kita adalah Allah yang setia menggenapi janji-Nya bagi kita. Yesus adalah bukti bahwa Tuhan setia dan Yesus adalah standar kedewasaan rohani kita. Hari-hari ini Tuhan sedang ‘merombak’ gereja-Nya dari sekedar ‘ritual agamawi’ kepada suatu umat yang bermentalitas Kerajaan Surga agar Kerajaan-Nya nyata di bumi. Waktunya janji Tuhan untuk digenapi itu sekarang. Apapun hal yang ada di tangan kita itu akan Ia tumbuhkan dan kita harus merelakan diri untuk dibentuk oleh-Nya. Tangan berbicara tentang pekerjaan Tuhan yang akan dilakukan umat-Nya di bumi, yaitu menjangkau jiwa-jiwa. Kita akan menjungkirbalikan dunia bagi Tuhan. Kita akan berjalan dalam otoritas-Nya sebab Ia telah menjanjikannya bagi kita namun kita tidak bisa melakukannya sendiri karena kita belum pernah berjalan di jalan itu sebelumnya, karenanya kita harus percaya kepada-Nya dan berjalan bersama-Nya sebab maut tidak berkuasa atas-Nya. Dia akan melakukan-Nya sebab Yesus sudah menyelesaikan itu semua. Kita akan sampai pada satu titik dimana Tuhan akan beri ukuran iman yang lebih besar kepada kita. Yesus mengalami penderitaan dan mati demi sukacita yang telah disediakan bagi-Nya. Ia tidak membiarkan kegelapan mengambil terang yang ada dalam diri-Nya sehingga Ia bisa tetap fokus kepada penggenapan janji Tuhan. Kita harus percaya seperti kita belum pernah mempercayai-Nya sebelumnya sebab Tuhan memberikan kita tugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar bagi-Nya dan Roh Kudus yang akan menuntun kita melakukannya, izinkanlah Roh Kudus berkarya secara tak terbatas dalam diri kita dan membawa kita kepada kedewasaan penuh di dalam Kristus. Tuhan rindu memiliki gereja-Nya sebagai mempelai wanita bagi Kristus. Jangan pernah puas dengan kepenuhan Roh Kudus dalam diri kita hingga kita menjadi serupa dengan Kristus secara total. Percayalah, segala sesuatu mungkin bagi Allah dan itu yang akan Tuhan kerjakan bagi kita karena terang dalam kita lebih besar dari kegelapan di dunia ini. Semua yang kekal akan menelan semua yang fana. Bersiaplah, sebab anugerah Tuhan akan turun dalam takaran yang lebih besar dalam gereja-Nya sehingga kita bertumbuh lebih dewasa dan memanifestasikan Kristus bagi dunia.

Category

%d bloggers like this: