HEAVENOUS

Mentalitas Kristus

Posted on: June 15, 2014

Shalom!

Memiliki mentalitas Kerajaan Surga berarti memiliki pikiran seperti Kristus. Filipi 2:5 berkata “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” Ketika kita memberitakan Injil, maka kita harus memberitakan tentang Yesus sebagai Juru Selamat dunia. Yesus telah mengalahkan segala sesuatu bahkan dosa dan maut sebab Ia telah bangkit dari kematian. Menjadi Kristen berarti hidup bagi Kristus. “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah. Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.” (Filipi 1:27-30) Gereja adalah ‘jajahan surga’ di bumi, raja kita adalah Kristus sehingga kita harus tunduk di bawah pemerintahan surgawi dengan hidup seperti Kristus. “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20) Kita harus berdiri teguh dengan memegang janji Tuhan sehingga ketika ‘musuh’ menyerang kita, kita tidak kompromi lagi dengan dunia yang membawa kita kepada kebobrokan di masa lalu. Menjadi Kristen bukan hanya tentang berkat semata tetapi berbicara mengenai suatu kesediaan untuk berdiri teguh sebagai perwakilan Kristus di dunia (mengikuti teladan Kristus dengan menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Kristus sepenuh hati). Memikul salib berarti memikul kematian. Mengikuti Kristus berarti harus bersedia memberikan diri untuk mati bagi Kristus (martir). Itulah mentalitas murid Kristus yang sejati, yaitu memiliki mental bukan hanya sebagai penerima berkat semata tetapi juga ikut menderita bersama Kristus. Filipi 1:6,8,9 berkata “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,” Tuhan Yesus tidak merendahkan diri supaya ditinggikan, melainkan agar tujuan Injil terselesaikan yaitu menyelamatkan umat manusia. Itulah mentalitas Kristus, yaitu memikirkan keselamatan orang lain bukan hanya kepentingan diri sendiri, agar nama Tuhan dimuliakan oleh semua umat manusia. “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Filipi 2:4,10,11)

Filipi 2:12-15 berkata “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.” Hidup berpadanan dengan Injil Kristus berarti rela berkorban demi melayani orang lain tanpa bersungut-sungut, hidup berbuah bagi Kristus. Ulangan 32:5 berkata “Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit. Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.” Tuhan ‘membentuk’ kita selama hidup di bumi agar kita menjadi pribadi yang ‘benar-benar layak’ hidup dalam Kerajaan Surga kelak. Kita harus menjadi saksi Kristus melalui cara kita membawa diri dalam setiap aspek kehidupan kita, itulah bagaimana kita menjadi terang dalam gelap. Mari kita belajar dari teladan tiga tokoh Alkitab berikut:

1)       Paulus. “Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.” (Filipi 2:17) Mentalitas Kristus selalu berpikir: setiap hal yang saya lakukan adalah untuk perluasan Kerajaan Allah meskipun saya harus menderita.

2)       Timotius. “Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus. Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.” (Filipi 2:19-22) Mentalitas Kristus selalu memikirkan kepentingan orang lain, bukan hanya dirinya sendiri. Relakanlah diri kita untuk hidup memberitakan Injil agar semakin banyak orang yang diselamatkan.

3)       Epafroditus. “Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.” (Filipi 2:25-30) Kita harus memiliki gaya hidup yang memuliakan Kristus sebagai raja kita dengan mengerjakan keselamatan kita bagi keselamatan orang lain juga. Tuhan akan menghormati orang-orang yang tulus hati melayani-Nya.

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:2-4)

Category

%d bloggers like this: