HEAVENOUS

Kingdom Mentality

Posted on: June 9, 2014

Shalom!

Sebagaimana Tuhan Yesus naik ke surga, demikian pula Ia akan datang pada kedua kalinya kelak. Di hari Pentakosta, hanya murid Tuhan yang begitu menanti-nantikan janji Tuhan akan pencurahan Roh Kudus-lah yang menerima baptisan Roh Kudus sehingga kehidupan mereka setelah itu pun berubah total dan dimampukan untuk menjadi saksi Kristus yang sejati. Baptisan Roh Kudus hanya terjadi sekali seumur hidup dalam kehidupan orang percaya, namun kepenuhan Roh Kudus harus terjadi secara terus-menerus dalam diri kita.

Kisah Rasul 10:38 berkata “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” Kata ‘kuasa’ pada ayat tersebut berbicara tentang kapasitas, perkasa, kemampuan, kelimpahan dan kesanggupan. Sebagaimana kuasa Roh Kudus dalam diri Tuhan Yesus, demikian pulalah kuasa tersebut ada dalam diri kita sebab Roh Kudus ada dalam diri kita. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”” (Yohanes 14:12-14) Kita hidup dalam sebuah kerajaan, baik kerajaan realitas yang sekarang ini kita hidup di dalamnya, maupun kerajaan manifestasi (kerajaan 1000 tahun) dimana kita akan memerintah bersama Tuhan kelak. Kita adalah imamat yang rajani, maka kita harus memiliki mentalitas kerajaan. Inilah tandanya bahwa kita memiliki mentalitas kerajaan, yaitu:

1)       Yakin bahwa kita telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. 2 Petrus 1:4 berkata “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima.” Keselamatan memang diterima secara cuma-cuma namun kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan pengorbanan, bersungguh-sungguh dan berwaspada agar tidak disesatkan oleh pengajaran yang ‘meringankan’ arti keselamatan sejati. Keselamatan bukanlah hal yang mudah, pengenalan akan Kristus bukan hanya sebatas pengetahuan manusiawi, karenanya kita perlu Roh Kudus untuk mengerjakan keselamatan kita. “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Efesus 3:18-19) Sebagai gereja yang dituntun Tuhan untuk merestorasi Pondok Daud, kita harus memperhatikan: hadirat Tuhan, pengurapan dan bahasa Roh. Pengenalan akan Tuhan dimulai dengan kerendahan hati untuk mengakui dosa dan meyakini bahwa kasih-Nya terhadap kita tidak pernah berubah bagaimanapun keadaan kita.

2)       Perbesar kapasitas hati. “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” (Efesus 3:20) Kita memang terbatas tapi kuasa Roh Kudus tidak terbatas, karenanya jangan batasi kuasa-Nya untuk bekerja di dalam kita. “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.” (Mazmur 2:8) Salah satu cara untuk memperbesar kapasitas hati kita adalah dengan memberikan persembahan yang terbaik/berharga yang kita miliki kepada Tuhan, baik itu berupa uang, waktu, doa, dsb. Ketika kita tidak terikat pada sesuatu apapun di dunia ini, maka kita akan melihat bahwa Tuhan tidak akan menahan-nahan berkat-Nya bagi kita. Mari kita teladani Abraham yang taat, setia dan begitu mengasihi Allah lebih dari apapun yang Ia miliki.

3)       Mulut kita harus mengucap syukur dalam segala hal dan atas segala sesuatu, bukan mengeluh, memaki-maki ataupun mengucapkan perkataan yang sia-sia. 1 Tesalonika 5:18 berkata “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Juga Efesus 5:20 berkata “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” Percayalah, ucapan syukur akan mengubah keadaan yang pahit menjadi manis.

Category

%d bloggers like this: